Mahasiswa Seni Rupa Unnes 2019 Taja Pameran Kolektif Disaster, It’s Human Things

Mahasiswa Seni Rupa Universitas Negeri Semarang (Unnes) 2019 bakal menaja pameran bertajuk : Disaster, It’s a Human Things. Helat pameran respon visual tentang dinamisnya transformasi dunia masa kini ini akan ditaja di Galeri 360

Semarang – Mahasiswa Seni Rupa Universitas Negeri Semarang (Unnes) 2019 bakal menaja pameran bertajuk : Disaster, It’s a Human Things. Helat pameran respon visual tentang dinamisnya transformasi dunia masa kini ini akan ditaja di Galeri 360 (Gedung Widya Mitra) Jalan MT Haryono, Semarang dari 24 – 26 Juni 2022.

Divisi Humas Pameran, Baruna Kharisma Santoso, mengatakan pameran bersama yang akan memajang 64 karya seni rupa ini bakal dibuka oleh Ketua Jurusan Seni Rupa Unnes Bapak Dr. Syakir, M. Sn., dan salah satu perwakilan mahasiswa Fathia Afifatuzahra, Jumat (24/06/2022) Pukul 18.00 WIB. Pameran Disaster, It’s a Human Things dikurasi tim curator yang terdiri ; Arzul Mustaqim,Brenda Annabel,Camelia Hayati, Dyah Septi, Fathia Afifatuzahra, Mike Ardiyan,Putri Vebryani dan Talitha Aurelia.

Baca Juga :  Sokong Pusat Kuliner Kauman, Waroeng Semawis Gelar Aneka Hiburan

Lebih lanjut, Baruna, mengatakan tema yang diusung tentang musibah diharapkan agar mahasiswa diharapkan dapat menghadirkan persepsi baru berupa cara pandang masyarakat. “Bahwa tidak ada hal di dunia ini yang dapat kita kontrol dan sudah seharusnya melihat musibah yang menerjang melalui banyak arah, banyak kacamata, dan sudut pandang yang berbeda,” papar Baruna.

Gelar pameran ini, lanjut Baruna, tidak hanya menyajikan karya dan pengalaman visual dari mahasiswa saja, melainkan akan mendapat berbagai ilmu menarik karena akan dihadirkan workshop dan kegiatan pendukung senia lainnya.

“Pada gelaran acara seminar akan dihadirkan nara sumber founder secondsyndicate Anang hidayat @secondsyndicate . Sedangkan seminar dijadwalkan hari kedua , Sabtu (25/06/2022) Pukul 13.00 WIB – selesai.

Baca Juga :  Sokong Pusat Kuliner Kauman, Waroeng Semawis Gelar Aneka Hiburan

Lebih lanjut Baruna, memmaparkan, pameran ini berujuan untuk meberikan wadah dan naungan bagi para mahasiswa untuk berkarya sebagai bentuk respon mahasiswa terhadap segala bentuk musibah yang terjadi. Selain itu, imbuh, Baruna, untuk membuka wawasan dan persepsi tentang musibah dan hikmah yang menyertainya. Kemudian juga dimaksudkan untuk meningkatkan empati antar audiens dan seniman.

“Muaranya memberikan ruang kontemplasi serta kolaborasi antar mahasiswa dan seniman dengan harapan dapat turut memajukan Seni Rupa Semarang. Membangun sebuah komunitas kesenian untuk mengikat silaturahmi antara mahasiswa aktif Seni Rupa UNNES 2019 dengan seniman di luar kampus,” imbuh Baruna .

Sementara Dosen Pembimbing Mata Kuliah Pameran Muhammad Rahman Athian , S,Pd, M.Sn, dalam kata pengantarnya mengatakan, mata kuliah pameran bertujuan memberikan gambaran teknis bagaimana mengelola sebuah pameran sekaligus untuk memberi rangsangan berkarya pada mahasiswa seni rupa.

Baca Juga :  Sokong Pusat Kuliner Kauman, Waroeng Semawis Gelar Aneka Hiburan

Sedangkan Disaster menurut perspektif Athian, sebenarnya dari bagaimana mereka memandang sejauhmana proses perkuliahan dan pembuatan tugas, dengan kata lain mereka berusaha mengekspresikan keluh-kesah mereka dalam bentuk sebuah kata yaitu; disaster dengan bencana.

“Namun perlu diingat, pasca bencana akan selalu ada pelajaran yang dapat kita petik. Badai pasti berlalu. Setelah badai kita semua kan mendapatkan sinar cerah matahari yang menghangatkan. Seharusnya disaster ini dapat kita artikan sebagai obstacles tau rintangan kecil yang dapat dilalui dengan mudah melalui semangat dan antusiasme positif dalam menjalaninya, “ujar Athian mengingatkan. (Christian Saputro)