Menyigi Jejak Perjalanan dan Kiprah Semarang Sketchwalk di Jagad Senirupa

Mengabadikan Sam Poo Kong - SSW melalui kegiatannya nyeket bareng (OTS) banyak berperan mengabadikan cagar budaya dan ikon kota Semarang, salah satunya destinasi wisata Sam Poo Kong ( Foto : Agus Budi Santoso).

Oleh : Christian Heru Cahyo Saputro *)

Semarang – Komunitas Semarang Sketchwalk (SSW) sudah 6 tahun berkiprah mewarnai jagad senirupa. . Penaka manusia Semarang Sketchwalk (SSW) seperti bocah kecil yang menggemaskan, lagi lucu-lucunya dan lagi bertumbuh. Jadi galibnya butuh makanan bergizi dan suntikan juga perlu lingkungan (ekosistem) hidup dalam hal ini iklim kesenian yang mendukung. Tetapi meskipun usianya masih belia jejak dan kiprahnya lumayan keren dan disegani. Pasalnya, SSW berkiprah tak hanya sekadar di Kota Semarang, tetapi juga ditingkat regional, nasional, bahkan internasional.

Pameran Amal – Terkini Semarang Sketchwalk menaja pameran bertajuk : “Charity Art Exhibitition” di TAN Artspace, Papandayan 11, Semarang, 5 – 10 September 2021 ( Foto: Suwito) 

Ketua SSW Ratna berkisah , awak kiprah Semarang Sketchwalk (SSW) sendiri berawal dari kumpulnya beberapa sketser Semarang pada tahu 2015 yang sering melakukan kegiatan nyeket bareng di beberapa lokasi di Kota Semarang.

“Enam tahun bersama, dan nyeket bareng, sebuah rentang waktu yang cukup lumayan lama. Apalagi dengan memikul beban menjaga kebersamaan dan konsistensi dalam berkarya,” imbuh Ratna.

OTS Borobudur – Komunitas SSW menggelar acara nyeket bareng on the spot di objek wisata Candi Borobudur, Magelang, Jateng. ( Foto : Agus Budi Santoso). 

Pada tahun 2016, SSW menggelar hajat International Semarang Sketchwalk (ISSW) yang diikuti oleh 9 negara dengan total peserta 400 orang.

Yang memegang tampuk pimpinan Ketua SSW Bapak Martha (almarhum). Sedangkan yang menjadi Ketua Penyelenggara Ketua event ISSW Yudi Mahaswanto. “Saya waktu itu mendapat tugas sebagai bendahara sekaligus koordinator acara,” beber Ratna.

Semarang Sketchwalk Terus Bergerak

Lebih lanjut, Ratna Sawitri, membabarkan, Semarang Sketchwalk yang mengusung tagline : “One sketch on a moment “ punya agenda kegiatan rutin pada tiap minggu ke- 3 setiap bulan menggelar “nyeket bareng” di lokasi.

Baca Juga :  Bupati Budi Utomo, Saya Merasa Bangga dan Apresiasi Kepada Karang Taruna Kabupaten Lampura

Kegiatan SSW yang dikenal dengan “on the spot” (OTS) ini terus berjalan. “OTS Semarang Sketchwalk sering diramaikan dengan kehadiran tamu sketser dari kota-kota lain; seperti Nanang Wijaya, Klowor Waldiyono dari Jogjakarta yang ikut gabung nyeket bareng,” terang Ratna.

Sedangkan untuk hajat pameran SSW beberapa kali menggelar pameran bersama di Galeri Semarang, Gedung Rasa Dharma, DP Mall, Monod Huis dan juga ikut meramaikan pada event senirupa duatahuann Bienal Jateng.

Di samping itu juga, beberapa anggota SSW juga ikut serta dalam kegiatan beberapa event sket Internasional antara;lain; di Asialink Sketchwalk Bangkok dan Khucing. Sedangkan untuk event dalam negeri mengikuti event “101 travelsketch” di beberapa kota besar seperti; jakarta, Malang, Bandung dan Jogjakarta. Juga ikut berpartisipasi dalam event sketsa yang digelar oleh komunitas ArsiSKETur.

“Pada tahun 2019 SSW mendapat kesempatan berpameran di Galeri Nasional Jakarta dalam acara bertajuk: “Sketsaforia”. Mudah-mudahan tahun depan SSW kembali akan menggelar pameran di Galeri Nasional, Jakarta,” terang Ratna.

SSW Tetap Bergeliat di Masa Pandemi

Sudah dua tahunan pandemi Covid -19 berjalan tentu berdampak termasuk membatasi aktvitas SSW. Tetapi SSW terus bergerak dengan berbagai siasat agar anggotanya terus berkarya. Ratna Sawitri mengatakan Semarang Sketchwalk di masa pandemi justru menggelar event rutin bertajuk: “Arisan Exhibition The Series”.

Menurut Ratna Sawitri event ini diniatkan untuk memantik semangat dan memberi kesempatan anggota aktif SSW untuk digenjot menggelar pameran tunggal dengan durasi masa pamersekira 2 minggu.

Baca Juga :  Bupati Budi Utomo, Saya Merasa Bangga dan Apresiasi Kepada Karang Taruna Kabupaten Lampura

Nama arisan diambil , lanjut Ratna, karena dalam menentukan urutan pameran menggunakan sistem diundi seperti orang saat arisan. . Di jeda kegiatan pameran tunggal itu digelar artis talk(diskusi seni) dan juga. SSW juga pernah berkolaborasi dengan komunitas fotografi Insta Nusantara dan Tutik Konde.

“Tujuan kegiatan ini agar dalam masa pandemi kita semua tetap selalu bergerak dan semangat berkarya. Sedangkan kegiatan OTS juga tetap berlangsung,” ujar Ratna yang juga Sekretaris Jendral Kolcai Pusat ini menjelaskan.

Untuk pameran “Arisan Exhibition the Series” yang bekerjasama dengan TAN Artspace yang dikomandani Dony Hendro Wibowo sudah berlangsung belasan kali . Para perupa anggota Semarang Sketchwalk yang sudah tampil berpameran yaitu; Dessaf, Emmerita, Djoko Susilo, Nanang Widjaya, Tiyok Black, , Harry Suryo, Tatas Sehono, Hartono, Rudi Hartanto, dan Aryo Sunaryo juga menampilkan perupa 2 perupa tamu yaitu; Sukriyadi Sukartoen dan Klowor Waldiyono (Jogjakarta)

Ratna menambahkan Semarang Sketchwalk pada tahun 2020 juga pernah melakukan kegiatan pameran “Charity Art Exhibitio #1 “Berbagi Cinta” . Pada event itu hasil penjualan karya anggota SSW didonasikan 50 persen, bahkan lebih untuk warga Semarang yang terdampak covid 19. Pada waktu itu SSW bersama Komunitas Pit Lempit, Garasi Pit dan Sinar Sepeda berkolaborasi. “SSW membuat sketsa tentang Semarang di body sepeda. Yang kemudian sepeda tersebut diserahkan ke Walikota Hendrar Prihadi untuk dilelang. Kemudian hasil lelang diserahkan ke Baznas utk disalurkan,” imbuh Ratna.

Pada tahun ini, untuk SSW kembali menggelar pameran amal bertajuk: “Charity Art Exhibitio #2 “Berbagi Cinta”. Gelar seni amal diniatkan untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid -19, sekaligus untuk memarakkan HUT Semarang Sketchwalk yang ke- 8.

Baca Juga :  Bupati Budi Utomo, Saya Merasa Bangga dan Apresiasi Kepada Karang Taruna Kabupaten Lampura

Bertumbuh Bersama, Menggenjot Kualitas Karya

Semarang Sketchwalk sudah 6 tahun berkiprah mewarnai dunia Senirupa. Ratna Sawitri, berharap ke depan, SSW menjadi lebih solid, terus tumbuh bersama, eksis dan selalu guyub. “Masih banyak agenda yang harus dijalankan dan diwujudkan . Salah satunya, keinginan membuat event internasional luring dan pameran internasional luring. Mudah-mudahan tahun depan bisa terwujud, ” ujar Ratna

Mick Lo, salah satu founder Semarang Sketchwalk, juga punya harapan , ke depan SSW untuk terus bertumbuh. Semakin meningkat kualitas karya anggota. “ Tekun, teken, tekan. Siapa rajin, ulet, punya pedoman untuk mencapai tujuan, bakal tekan atau sampai mencapai apa yang dituju dan dicita-citakan,” ujar Mick Lo mengutipsebuah pepatah Jawa memotivasi anggota SSW.

Salah satu anggota senior SSW Aryo Sunaryo, juga pernah melontarkan harapan, ke depan agar SSW untuk tetap konsisten. Jika ingin mengembangkan sketsa harus tetap konsisten pada jalurnya. “Jangan ambigu dengan lukisan cat air. Bagaimanapun sketsa punya ranah tersendiri dibandingkan dengan lukis cat air, meski dapat bersinggungan. Dan yang terpenting jangan cepat puas dan bangga,” uajr Aryo Sunaryo mengingatkan.

Dirgahayu Semarang Sketchwalk,enam tahun berkiprah. Tumbuh bersama, berkarya, terus guyub, gayeng dan berkarya!

*) penyuka senirupa, penulis seni budaya tinggal di Banyumanik, Semarang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here