Merasa Dipermainkan Janji Beli Rumah, Jang Warga Desa Seridalam Akan Dipolisikan Cik Mar

Sumaterapost.co |  Ogan Ilir – Pupus sudah harapan Ibu Nila alias Cik Mar untuk menikmati uang hasil penjualan rumah miliknya. Pasalnya, sang calon pembeli kini malah menghilang tanpa kabar.

Sebelumnya, telah ada kesepakatan antara kedua belah pihak terkait jual beli rumah tersebut. Sebut saja Jang namanya, seorang warga pendatang yang berdomisili dusun 2, RT 2 desa Seridalam selaku calon pembeli rumah milik cik Mar.

Bahkan Jang beserta istrinya telah meninjau lokasi rumah Cik Mar. Singkat cerita, rumah tersebut deal terjual dengan harga Rp 140 juta rupiah. Sang pembeli (Jang) menjanjikan akan melakukan pembayaran tanda jadi sebesar Rp 100 juta pada Senin 20 Juni 2022 lalu.

Merasa tak terima atas kejadian ini, Cik Mar pun langsung mendatangi kediaman Jang yang mendadak sulit untuk dihubungi (lost contacts) guna meminta kepastian atas janji terkait pembelian rumahnya.

Baca Juga :  Pemkab bersama DPRD Muba Sepakati Jadwal Pembahasan KUPA-PPASP

Saat ditemui di rumahnya, Jang tidak berada di tempat. Sang istri mengatakan, suaminya pergi untuk mengambil uang ke Batu Raja.

Diakuinya bahwa ia bersama sang suami memang telah melihat lokasi dan suaminya tersebut memang berniat membeli rumah Cik Mar. Namun dirinya tidak tahu keberadaan suaminya saat ini sedang di mana.

“Saya tidak tahu, katanya mau ambil uangnya di Bibinya sana,” kata istri mudanya Jang di rumahnya, Rabu, (22/6)

Sementara Cik Mar, tidak terima lantaran dirinya dan keluarganya merasa telah dirugikan atas ulah Jang. Menurut Cik Mar, Jang telah mempermainkan ia dan keluarganya.

Untuk diketahui, Cik Mar berdomisili di Kota Cilegon Provinsi Banten sementara rumah miliknya tersebut berlokasi di dusun 3 RT 5 desa Tanjung Temiang kecamatan Tanjung Raja kabupaten Ogan Ilir, sementara rumah ini dihuni oleh kedua orangtuanya. Atas ulah Jang ini dirinya merasa sangat dirugikan.

Baca Juga :  Legislatif dan Eksekutif Muba Sepakati KUA dan PPAS RAPBD TA 2023

“Kami sudah banyak keluar uang dalam mengurus penjualan rumah ini. Jang menjanjikan akan berikan DP Senin kemarin. Tapi dia malah tidak bisa dihubungi lagi tanpa penjelasan pasti. Kami tidak terima dan kami minta ganti rugi,” ujar Cik Mar.

Masih katanya, kami sudah keluar biaya pemindahan barang (pengosongan isi rumah). Tak hanya itu, kami juga sudah terlanjur keluar uang sewa rumah untuk kedua orangtuanya sementara menunggu pembayaran rumah tersebut oleh saudara Jang.

“Dia (Jang) bilang, Senin kita pembayaran DP Rp 100 juta dulu. Sebenarnya tak masalah bila dia tak jadi beli tapi ngomong bukan malah pergi nggak jelas begini dan tolong gantikan kerugian yang telah kami keluarkan. Kerugian kami ini akibat iming-iming alias janji palsu yang ia katakan. Saksi atas hal ini ada,”  ungkapnya kecewa.

Baca Juga :  Legislatif dan Eksekutif Muba Sepakati KUA dan PPAS RAPBD TA 2023

Sedangkan menurut pengakuan warga setempat mengatakan, Jang baru bermukim di desa Seridalam ini baru setahun belakangan.

“Dia dan istrinya ini hanyalah menumpang di sini (rumah yang ditempatinya). Dia bukan asli orang sini tapi orang Baturaja sana,” katanya.

Cik Mar menambahkan, apabila tidak ada itikad baik dari Jang terkait kerugian yang disebabkan ulahnya ini maka pihaknya akan melaporkan kasus ini kepada pihak yang berwajib (kepolisian),” pungkasnya cik mar merasa jengkel). F’c