Meski Dilarang Melayani Beli BBM Pakai Jerigen, Namun SPBU Kampung Durian Tetap Melayani

Sumaterapost.co | Batubara – Terminal Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dilarang melayani konsumen yang membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) menggunakan jerigen. Hal itu telah diatur dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Selain disebabkan karena jerigen terbuat dari bahan yang mudah terbakar. Apalagi untuk bahan bakar seperti Premium yang cepat terbakar, ada juga aturan pelarangan untuk melayani pembelian JBKP Pertalite dengan jerigen ini telah sesuai juga dengan Surat Edaran Menteri ESDM No. 13/2017 mengenai Ketentuan Penyaluran Bahan Bakar Minyak melalui Penyalur.

Lain halnya dengan SPBU 14 – 212 – 274 yang beralamat di Kampung Durian Desa Perjuangan Kecamatan Sei Balai di Kabupaten Batu Bara, sedikit Bandel bahkan terang terangan untuk melakukan pengisian jiregen setiap harinya.

Baca Juga :  Kapolres Simalungun Jadi Irup Upacara HUT Ke-92 Al-Jamiyatul Washliyah

Pantauan Awak Media, Kamis, (25/8/2022), tampak pengantri yang diduga pengerit (berulang-ulang.red) menggunakan jerigen yang digunakan untuk menampung bahan bakar itu berserakan di SPBU tersebut, Ada puluhan jerigen menunggu giliran pengisian dari tukang stik atau petugasan nosel.

Rata rata pembeli membawa 2 jerigen dan ada juga yang 6 setiap 1 orang pengantri di situ tidak menunggu lama langsung dilayani dan diduga ada pemberian tips untuk petugas nozel, Aktivitas Pengisian Jerigen tersebut di SPBU No 14 – 212 – 274 sudah lama berjalan dan petugas setempat sepertinya kurang respon pada hal jelas itu ( menggunakan jerigen.red).

Baca Juga :  Sat Reskrim Polres Simalungun Berhasil Amankan Pelaku Pembunuhan Adik Bunuh Kakak Kandung

Salah satu Konsumen yang tidak mau disebutkan namanya mengakui bahwa spbu Kampung durian atau lebih dikenal pom meranti diperbolehkan menggunakan jerigen dengan syarat ketika lagi sepi dan memberi uang tips, boleh pakai jerigen beli bbm jenis Pertalite asal keadaan lagi sepi. wewanti wewanti agar namanya tidak ditulis.

Saat awak media konfirmasi petugas nosel edi untuk bertemu pengawas terkait bebasnya pengisian jeregen minyak berjenis pertalite, petugas mengatakan belum datang pengawas ya pak. Mungkin bentar lagi datang.

Baca Juga :  Kapolres Simalungun Jadi Irup Upacara HUT Ke-92 Al-Jamiyatul Washliyah

Sebelumnya Pjs Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting mengatakan bahwa pihaknya terus berkomitmen untuk memastikan penyaluran Pertalite dapat tepat sasaran sesuai dengan alokasi dan regulasi yang berlaku. Maka itu, Pertamina melarang pembelian melalui jeriken.

Adapun mengacu kepada Kepmen ESDM No. 37/2022 tentang Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan, di mana ada perubahan status Pertalite menjadi bahan bakar penugasan. Sehingga menurut dia, Pertamina telah memberlakukan aturan terbaru untuk pembelian Pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

 

 

(Team/red)