Semarang – Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai kegiatan nonton bareng (nobar) film Prancis Les 2 Alfred yang digelar dalam program Soirée Cinéma #11 di Alliance Française Semarang, Jumat (6/3/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 15.30 WIB ini dihadiri para pecinta film, pelajar, serta masyarakat yang memiliki ketertarikan pada budaya Prancis di Semarang.
Film komedi-drama karya sutradara Bruno Podalydès tersebut diputar di ruang pemutaran Alliance Française Semarang yang berlokasi di Jalan Dr. Wahidin No.54, Kaliwiru, Kecamatan Candisari. Sepanjang pemutaran, penonton tampak menikmati alur cerita yang ringan namun sarat makna tentang perjuangan seorang ayah menghadapi tantangan kehidupan keluarga dan dunia kerja modern.
Program Soirée Cinéma sendiri merupakan agenda budaya rutin yang diselenggarakan oleh Alliance Française di berbagai kota sebagai upaya memperkenalkan sinema, bahasa, dan kebudayaan dari France kepada masyarakat luas. Melalui kegiatan ini, publik diajak menikmati film-film pilihan Prancis sekaligus membuka ruang dialog budaya.
Film Les 2 Alfred mengisahkan Alexandre, seorang pria yang tengah menganggur dan mengalami tekanan hidup. Ia memiliki waktu dua bulan untuk membuktikan kepada istrinya bahwa ia mampu mengurus kedua anaknya sekaligus mandiri secara finansial.
Kesempatan datang ketika Alexandre melamar pekerjaan di sebuah perusahaan rintisan teknologi. Namun situasi menjadi rumit karena perusahaan tersebut memiliki aturan yang tidak biasa: para karyawannya tidak boleh memiliki anak.
Demi mendapatkan pekerjaan itu, Alexandre pun terpaksa menyembunyikan fakta bahwa dirinya adalah seorang ayah.
Kisahnya semakin menarik ketika ia bertemu dengan Arcimboldo, seorang pekerja lepas yang menjalani berbagai pekerjaan berbasis aplikasi digital. Pertemuan tersebut membawa Alexandre pada berbagai pengalaman yang menguji keberanian, tanggung jawab, serta kemampuannya bertahan di tengah dinamika dunia kerja masa kini.
Melalui pendekatan komedi yang ringan dan segar, film ini menyoroti berbagai isu kontemporer, mulai dari kehidupan keluarga, tekanan pekerjaan, hingga perubahan pola kerja di era teknologi digital.
Setelah pemutaran film berakhir, suasana kebersamaan semakin terasa ketika para peserta nobar berkumpul untuk berbincang santai. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama Direktur Alliance Française Semarang, Dra. Kiki Martaty, yang menambah kesan akrab dalam kegiatan tersebut.
Sebagai pusat kebudayaan Prancis di Semarang, Alliance Française selama ini dikenal aktif menggelar berbagai kegiatan budaya. Selain kursus bahasa Prancis, lembaga ini juga rutin mengadakan diskusi seni, kegiatan literasi, serta pemutaran film yang terbuka bagi masyarakat.
Melalui program seperti Soirée Cinéma, masyarakat tidak hanya diajak menikmati karya sinema internasional, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mengenal lebih dekat budaya Prancis sekaligus memperluas wawasan tentang dunia film dari berbagai perspektif budaya.(Christian Saputro)




