Nota Pasien RSUD RBC Berbentuk Seperti Nota Pasar, Ketua DPRD Mesuji Angkat Bicara

Sumaterapost.co | Mesuji – Ketua DPRD Kabupaten Mesuji Hj. Elfianah sangat menyayangkan dengan adanya pemberitaan nota pembayaran pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Ragab Bagawe Caram (RSUD RBC) Mesuji yang berubah-ubah serta tidak di input menggunakan sistem, Jum’at (25/03/22).

“Dengan adanya kejadian seperti ini saya sangat menyayangkan kenapa bisa terjadi. Nanti akan saya komunikasikan dengan Komisi 3 DPRD Mesuji agar memanggil Direktur RSUD RBC Mesuji. Supaya kita bisa mengetahui apa persoalannya dan mengkonfirmasi adanya kejadian tersebut,” ucap Elfianah kepada awak media saat ditemui di Kantor DPRD Mesuji.

Lanjut Elfianah, pihaknya akan meninjau terkait adanya nota pembayaran yang berubah-ubah, dan pembayaran menggunakan secara manual tidak menggunakan sistem di RSUD sendiri, sementara saat ini RSUD sudah lama menggunakan sistem tersebut kenapa ini tidak digunakan.

Notabene RSUD RBC sendiri adalah Rumah Sakit Plat merah dan juga merupakan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) seluruh pendapatan dari jasa layanan yang BLUD terima ini masuknya kerekening BLUD langsung tidak perlu ke kas daerah. Hal ini karena harus di manfaatkan, salah satu tujuannya yaitu untuk meningkatkan pelayanan RSUD sendiri.

“Kan, sudah ada sistem informasi di dalam komputer RSUD, dan BLUD sudah di atur oleh Perbub seharusnya yang keluar bukan berbentuk nota pasar seperti ini lagi. Kita meminta dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mesuji dengan adanya kejadian tersebut agar segera mungkin dapat mengevaluasi kinerja Pihak RSUD RBC tersebut, jangan sampai ini terulang kembali,” ujar Elfianah.

Selain itu, Elfianah juga meminta kepada Inspektorat agar bertindak cepat, baik itu memeriksa atau memanggil RSUD RBC beserta Dinas kesehatan sendiri.

“Ya, untuk Inspektorat sendiri sebaiknya mereka segera dipanggil dan diperiksa (RSUD dan Dinas Kesehatan). Karena jika melihat dari nota yang di berikan itu tidak sesuai dengan nota yang seharusnya,” jelasnya.

(Nai)