Pagelaran Wayang Kulit “Sobokartti “ Tampilkan 4 Dalang Muda, Lakon “Bratasena Bela Bangsa”

Semarang – Perkumpulan Sobokartti Semarang kembali menggelar pagelaran Wayang “Jumat Pahingan”. Dalam helat kali Sanggar Sobokartti menampilkan 4 dalang muda siswa Sobokartti ; Ki. Agustinus Kelik Suliantoro, Ki. Rendy Oktavianto, Ki. Arung Madyo Pangestianto dan Ki. Nova Adhi Hermawan.

Pergelaran yang mengusung lakon : “Bratasena Bela Bangsa ” ini akan ditaja di Gedung Sobokartti, jalan Dr.Cipto 31, Semarang , Sabtu (20/11/2021) mulai Pukul 20.00 WIB. Pagelarn apkeliran padat ini juga disiarkan langsung (live Steaming) melalui kanal Toutube Sanggar Tari Sobokartti.

Baca Juga :  Seruan Aksi Kebudayaan: Panjang Umur Perjuangan!

Humas Sobokartti Darmadi mengatakan, pagelaran ini merupakan kegiatan rutin Sobokartti yang dikenal dengan wayangan” Jumat pahing” ditaja setiap 35 hari sekali. Helat ini juga sekaligus untuk memarakkan Hari Wayang yang juga jatuh bulan November,

Darmadi menambahkan, pergelaran wayang ini akan dibuka dengan tari “Gambyong Pangkur” yang akan diperagakan oleh para penari Sobokartti ; Anisa, Yulia, dan Amanda.

Pada kesempatan ini, lanjut Darmadi, Sobokartti menampilkan para dalang muda bertujuan untuk mengasah ketrampilan, mengasah mental, memberi ruang panggung juga mengapresiasi dan me motivasi para dalang siswa Pedalangan Sobokartti.

Baca Juga :  Akademi Lampung dan DKL Safari Budaya Ke Kabupaten Tulangbawang Barat

Hal senada juga diungkapkan Ki Guwarsa, harapannya, ke depan para dalang muda ini bisa menjadai dalang yang mumpuni bisa menyuguhkan tontonan yang apresiatif sekaligus edukatif. “bisa menyuguhkan pergelaran yang bisa jadi tontonan sekaligus tuntunan<. Mereka bisa meneladani tokoh Bratasena bisa bela negara, tentunya kalau dalang bela negara lewat panggung budaya. Teteken tekun supaya tekan, ” ujar Ki Guwarso. Lakon Bratasena Bela Bangsa sendiri mengisahkan gambaran perjuangan seorang satria yang bernama Bratasena yang juga punya nama Jagal Bilawa dan kondang dengan sebutan Werkudara dalam ikut membela bangsanya sendiri.

Baca Juga :  Home Contemplore 2.0, Buku Harian Rudi Murdock Tentang Rumah
Sebuah lakon yang menceritakan susah senangnya dalam berjuang melawan angkara murka dalam sebuah kekuasaan di saat para Pandawa sedang menjalankan hukuman kurawa yang di buang dalam sebuah hutan selama 12 tahun. Namun tidak menyurutkan semangat dalam membela sebuah kebenaran dan melawan angkara murka. mengajak semua masyarakat untuk ikut terlibat dalam membela bangsa. (Christian Saputro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here