Semarang — Perupa Afnan Malay menghadirkan pameran tunggal bertajuk Alir di Tan Artspace, Jalan Papandayan No. 11, Semarang. Pameran lukisan ini dibuka untuk umum pada 8–20 Februari 2026 dan menandai awal agenda seni rupa Tan Artspace di tahun 2026.
Pembukaan pameran dijadwalkan berlangsung Minggu (8/2/2026) pukul 15.30 WIB, dibuka oleh budayawan Taufik Rahzen. Pameran ini dikuratori oleh Rain Rosidi dan menampilkan sejumlah karya terbaru Afnan Malay, salah satunya lukisan berjudul Perahu-Perahu Ditambatkan (akrilik pada kanvas, 80 x 80 cm).
Melalui Alir, Afnan Malay mengeksplorasi gagasan tentang gerak, kontinuitas, dan perjalanan hidup. Tema “mengalir” tidak hanya hadir sebagai konsep visual, tetapi juga sebagai refleksi pengalaman personal seniman yang lintas disiplin—dari menulis puisi, aktivisme sosial, hingga kembali menekuni seni lukis.
Kurator Rain Rosidi menilai karya-karya dalam pameran ini merekam peralihan dan pengulangan hidup yang tidak selalu linier. “Afnan memindahkan pengalaman batin dan perjalanan hidupnya ke dalam warna, bidang, dan ritme visual. Lukisan-lukisannya terasa bergerak, seperti air yang mencari muara,” ujarnya.
Afnan Malay dikenal sebagai penyair yang juga aktif dalam berbagai program residensi internasional. Pengalaman kreatifnya di Chili dan Kazakhstan pada 2024 menjadi salah satu latar yang memperkaya peralihan ekspresi dari kata-kata ke warna. Dalam pameran ini, kanvas menjadi ruang baru untuk menerjemahkan perenungan hidup yang selama ini ia tulis dalam puisi.
Owner Tan Artspace Dony H Wibowo menyebut Alir sebagai pameran yang membuka dialog antara seni rupa, sastra, dan pengalaman sosial. “Pameran ini menghadirkan energi reflektif sekaligus personal, namun tetap terbuka dibaca publik,” kata Dony di Tan Artspace.
Pameran Alir terbuka untuk umum hingga 20 Februari 2026 dan diharapkan menjadi ruang temu bagi publik Semarang untuk menikmati sekaligus merayakan proses kreatif yang terus bergerak dan bermuara. (Christian Saputro)




