Peduli Kesehatan, Anggota DPRD Pasaman Yulius Erita Utamakan Kesehatan

Sumaterapost.co | Pasaman – Peran posyandu di tengah masyarakat sangatlah besar. Meski identik dengan bayi dan balita, kegiatan posyandu dan manfaatnya tidak hanya sebatas itu. Program posyandu sejatinya juga diperuntukkan bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan pasangan usia subur.

Tujuan utama posyandu adalah mencegah peningkatan angka kematian ibu dan bayi saat kehamilan, persalinan, atau setelahnya melalui pemberdayaan masyarakat.

Terkait hal tersebut, sangat menarik untuk fokus mendukung program pemerintah Kabupaten tahun ini, utamanya di bidang kesehatan.

Melalui pokok pikiran Anggota DPRD Pasaman tahun ini, Pemkab Pasaman berusaha meningkatkan pelayanan kesehatan warganya melalui penambahan Polindes, (Poliklinik Desa) di setiap nagari se-Pasaman.

Baca Juga :  Tutup Turnamen Tuah Basamo, Drs. Syaripuddin M.Si Apresiasi Dukungan Masyarakat 

Dengan metode satu dewan satu polindes, diperkirakan tahun 2022 ini akan diwujudkan 35 buah gedung polindes baru dan tersebar di seluruh nagari yang ada di Pasaman.

Polindes ini dimaksudkan untuk tempat masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan seperti imunisasi, pelayanan KB, tempat bersalin, dan pemeriksaan kesehatan lainnya.

Yulius Erita, Ketua fraksi PPP DPRD Kabupaten Pasaman ketika diminta pendapatnya mengenai hal ini menyatakan, bahwa program ini adalah program ‘istimewa’ pemerintah kepada anggota DPRD.

Baca Juga :  Tutup Turnamen Tuah Basamo, Drs. Syaripuddin M.Si Apresiasi Dukungan Masyarakat 

“Sejatinya kita semua mendukung dan sangat menyetujui, tetapi ada setidaknya ada beberapa persoalan yang harus diperhatikan oleh pemerintah agar program penambahan polindes ini betul-betul bermanfaat,” terang Yulius Erita, Kamis, (9/6/2022).

Anggota DPRD Pasaman, Yulius Erita, yang dikenal sebagai sosok perempuan yang senantiasa memperhatikan dan menyerap aspirasi masyarakat. Salah satu fokusnya adalah bidang kesehatan, dan Polindes adalah salah satu tempat yang sering ia kunjungi.

“Bahwa kenyataan saat ini, Polindes belum sepenuhnya digunakan utk kegiatan pelayanan. Salah satu contohnya, Polindes sudah ada, tetapi kegiatan Posyandu masih saja dilaksanakan di teras-teras rumah masyarakat, di balai, bahkan ada yang di pos ronda,” ungkap Yulius Erita.

Baca Juga :  Tutup Turnamen Tuah Basamo, Drs. Syaripuddin M.Si Apresiasi Dukungan Masyarakat 

Lebih lanjut wanita yang aktif di berbagai organisasi mengatakan, Sangat tidak nyaman untuk ibu-ibu yang menyusui apalagi kalau ada kelas ibu hamil, tentunya sangat tidak tepat diadakan di tempat terbuka.

“Salah satu solusinya, dituntut kreatifitas para kader dan KPM (kader pemberdayaan masyarakat) agar target dan sasaran posyandu tercapai. Kesehatan dan kenyamanan masyarakat adalah hal yang utama,” pungkas Yulius Erita.

Risky