Pembelajaran Tatap Muka Diknas Kota Tangerang

Kota Tangerang-Kepala SMP Negeri 1 Kota Tangerang, Mulyono menjelaskan tentang Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Tangerang dimulai, pada bulan September 2021 kemarin.

Menurut Mulyono, Pelaksanan PTM ditentukan berdasarkan rekomendasi para camat, lurah beserta RW setempat sesuai lokasi sekolah berada dan assessment atau penilaian dari Dinas Pendidikan Kota Tangerang.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan, Jamaluddin menjelaskan juga bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada seluruh stakeholder, mulai dari camat, kepala sekolah hingga pengawas. Selain mengatur persoalan protokol kesehatan selama PTM, sosialisasi yang dilakukan juga berkaitan dengan penentuan dengan tahapan PTM bagi sekolah-sekolah yang lulus assessment.

Baca Juga :  Apel Kasatwil, Kapolri Minta Capaian Positif Penanganan Covid Dipertahankan Hingga Kebiasaan Untuk Berbuat Baik

“Jadi nanti tahapan sekolah bisa menggelar PTM itu mereka harus mendapat rekomendasi dari camat, lurah dan RW dimana sekolah itu berada. Lalu, mereka harus mengikuti assessment dari Dinas Pendidikan. Akan ada poin-poin yang mereka kumpulkan, jadi belum tentu semua lolos atau mendapat ijin menggelar PTM,” uajrnya saat ditemui di SMP Negeri 1 Kota Tangerang, Senin(18/10).

Pada PTM tahap pertama, Senin, 13 September 2021, terdapat 126 sekolah negeri dan swasta yang akan menggelar PTM terbatas, diantaranya 41 Taman Kanak-Kanak (TK), 45 Sekolah Dasar (SD) dan 40 Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Baca Juga :  Kodim HST Salurkan Bansos dari Korem 101/Antasari Dan BMPD Kalsel Untuk Warga Terdampak Banjir

“Setiap minggunya akan kami lakukan evaluasi. Jika hasilnya baik, maka dapat melanjutkan PTM. Begitu juga di tahap kedua hingga tahap ke-tujuh, total sekolah yang diikutsertakan sama, yaitu 126. Dan harapannya pada tahap terakhir di 25 Oktober 2021, terdapat 1.366 sekolah yang akan menggelar PTM terbatas dengan kapasitas 50% siswa per kelasnya,” ujarnya.

Para wali murid juga diberikan kebebasan untuk mengikutsertakan putra-putrinya dalam kegiatan PTM terbatas. Syaratnya, para wali murid membuat surat pernyataan yang menyetujui adanya PTM.

Baca Juga :  212 Diminta Bubarkan Diri, Kondisi Pandemi Covid-19

“Kami tidak memaksa semua anak dapat mengikuti PTM. Mereka masih dapat melakukan sekolah secara daring dari rumah. Sistemnya kan nanti bergantian ya, misalnya absen 1 – 18 melakukan PTM, maka absen 19 – 38 belajar dari rumah. Begitu sebaliknya untuk hari-hari selanjutnya,” tuturnya.

Lanjutnya, Sebagai salah satu sekolah yang lulus assessment dari Dinas Pendidikan, SMP Negeri 1 Kota Tangerang menyatakan siap menggelar PTM terbatas pekan depan. Pihak sekolah juga telah melakukan survey terkait keadaan para peserta didiknya, mulai dari peserta didik dengan komorbid maupun yang sudah menerima vaksin Covid-19.( * )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here