Pembelian Mobil Ambulance Pekon Gedau Tak Sesuai APBDes 

Sumaterapost.co | PESISIR BARAT – Dugaan Penyalahgunaan anggaran dalam pembelian satu unit Mobil Siaga (ambulance), pekon Gedau, Kecamatan Pesisir Utara, Kabupaten Pesisir Barat, menjadi perbincangan hangat dikalangan masyarakat, khususnya di kecamatan setempat.

Pasalnya, dugaaan penyalahgunaan pembelian satu unit mobil ambulance yang bersumber dari Dana Desa (DD) pekon Gedau tahun 2021 itu tidak sesuai dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) pekon Gedau.

Sebab menurut sumber media ini, dalam APBDes tahun 2021, Pemerintahan pekon Gedau telah menganggarkan Rp. 285 juta untuk pembelian satu unit mobil ambulance dengan jenis xpander.

Baca Juga :  Rugikan Keuangan Negara, Mantan Peratin Pagar Dalam di Bui

Namun pada realisasinya, anggaran tersebut hanya dibelanjakan dengan mobil jenis Wuling oleh peratin Gedau tanpa melalui musyawarah dengan masyarakat.

“Xpander sekitar Rp285 jutaan, tapi kalau Wuling tipe seperti yang dibelikan oleh peratin itu, pasaran nya paling Rp175 – 185 jutaan, disitu ada perdaan harga yang cukup jauh, kemana kelebihan anggaran nya itu,”ungkap sumber yang meminta agar namanya dirahasiakan.

Bahkan menurutnya bukan itu saja, selain ada selisih harga mencapai ratusan juta pada pembelian mobil siaga, Peratin Gedau juga diduga kerap melakukan Mark-Up pada anggaran fisik lainnya.

Baca Juga :  Tedi Zadmiko: Pelayanan Kesehatan Harus Ditingkatkan

“Awalnya dibelanjakan mobil bekas jenis Inova tahun 2013. karena masyarakat protes, mobil itu di kembalikan lagi dan ahirnya dibelikan jenis Wuling,”jelasnya

Oleh sebab itu, pihaknya sangat berharap agar instansi-instansi terkait benar-benar serius dalam mengawasi pengelolaan dana desa agar masyarakat tidak di rugikan.

Sayangnya, saat akan dikonfirmasi, Selasa 16 Agustus 2022, Peratin Gedau, Nursiwan sedang tidak ada di kantornya. dihubungi melalui telpon dinomor pribadinya 08526746xxxx tidak aktif.

Baca Juga :  Realisasi DD di Pekon Sukajadi Disinyalir Sarat Penyimpangan

“Peratinnya masih ke Krui,” jelas salah satu stafnya singkat.

Terpisah, saat dimintai tanggapan terkait pembelian mobil ambulance di pekon Gedau, Inspektur Pembantu (Irban) II Inspektorat Pesisir Barat mengaku belum mengetahui informasinya.

“Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan rutin di pekon-pekon yang ada di kecamatan Pesisir Utara, termasuk pekon Gedau. Terkait ada dugaan penyalahgunaan anggaran pembelian mobil ambulans, kami belum mengetahuinya, masih sebatas pemeriksaan rutin,” kata Ponco, Irban II kepada wartawan.

 

Gus