Pemdes Alue Seumambu Buat Lapangan Voly Diatas Lahan HGU PTPN 1 Cot Girek

Sumaterapost.co | Aceh Utara – Kepala Desa Alue Seumambu, Kecamatan Cot Girek Kabupaten Aceh Utara diduga kuat telah mengangkangi aturan dalam penggunaan Dana Desa Tahun 2020. Hal tersebut terungkap disetelah adanya investigasi ketua L.KPK Aceh Utara Edy Saputra, Senin, 10 Januari 2022.

Manager PTP N 1 Cot Girek Irhamsyah sapaan akrab Nunuk saat ditemui mengatakan pihaknya merasa sudah dirugikan oleh pemerintah Desa Alue Seumambu, mengingat lahan HGU masih dikelola pihak PTP N 1 Cot Girek. “Sebenarnya dilahan HGU itu akan ditanami pohon sawit (replanting) oleh pihak perusahaan, tapi tidak bisa karena sudah ada lapangan voly,” kata Nunuk.

“Kami juga sudah menyurati kepala desa dan aparatur gampong, karena kami tidak dapat melaksanakan penanaman bibit kelapa sawit, disebabkan keberadaan lapangan volly itu. Sedangkan aparatur desa sudah kami tegur dan surati, tapi tidak juga di indahkan oleh aparat desa,” papar Nunuk.

Baca Juga :  Mengukur Pencapaian Keahlian Peserta Didik, SMKN 2 Peureulak Laksanakan UKK Tahun Pelajaran 2021-2022

Sementara Ketua Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (L.KPK) Aceh Utara Edy Saputra mengatakan awalnya persoalan tersebut pernah dimediasi pihaknya, namun tidak ada ada titik temu. “Padahal, setahu saya sebanyak Rp 160 juta Dana Desa Alur Seumambu Tahun 2020 digunakan untuk membuat lapangan Voly permanen, Saya tahu persis permasalahan nya, kok bisa lapangan voly itu dibuat Keuchik dengan Dana Desa di atas lahan HGU milik PTP N 1 Cot Girek, ini sudah melanggar aturan,” kata Edy.

Berdasarkan investigasi L.KPK Aceh Utara dilahan HGU tersebut terdapat lapangan voly yang dibangun dengan Dana Desa. “Padahal secara aturan Dana Desa tidak boleh digunakan sesuka hati, semua ada aturannya.”Kita temukan ada lapangan voly diatas lahan HGU kebun PTPN 1 Cot Girek, pelaksanaan proyek ini dana dari APBN yang disalurkan melalui program Dana Desa dan digunakan sebagai sarana pembangunan infrastruktur penunjang kegiatan olah raga milik Desa, paparnya.

Baca Juga :  Fauzi Yusuf Inspektur Upacara Harkitnas ke-114, Tonggak Kebangkitan dari Pandemi Covid-19

Padahal aturan pelaksanaan pembangunan infrastruktur yang menggunakan Dana Desa, tidak boleh bertolak belakang dengan aturan atau penggunaannya. Karena telah diatur melalui Peraturan Kementerian Pedesaan Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas PP nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa yang bersumber dari APBN, serta Permendes Nomor 21 Tahun 2016 Tentang Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2016 dan juga PP Nomor 43 Tahun 2014 Pasal 19 ayat 2, tentang kewenangan yang menjadi tanggung jawab desa, sebut Edy.

Pembuatan lapangan voly diatas lahan HGU juga bertentangan dan melanggar Undang Undang Agraria Nomor 5 Tahun 1960 dan PP Nomor 40 tahun 1966 tentang HGU yang menyatakan bahwa sarana dan prasarana serta fasilitas umum menjadi tanggung jawab pemegang HGU, papar Edy seraya menambahkan terjadi permasalahan antara PTPN 1 Cot Girek dengan Pemerintah Desa belum selesai hingga saat ini.

Baca Juga :  Fauzi Yusuf Inspektur Upacara Harkitnas ke-114, Tonggak Kebangkitan dari Pandemi Covid-19

“Dalam hal ini, Kepala Desa Alue Seumambu diduga kuat telah mengangkangi dan melanggar aturan atau undang undang yang telah dibuat Pemerintah, karena pembuatan lapangan voly menyalahi aturan dan akhirnya terjadi kerugian Negara dimana DD yang bersumber dari APBN seharusnya tepat guna, cetusnya.

Kebijakan Kades juga tak tertutup kemungkinan bertentangan dengan apa yang diamanahkan dalam Undang Undang Nomor, 6 Tahun 2014 yakni Pasal 29 tentang larangan Kepala Desa, pada butir:
a. Merugikan Kepentingan Umum
b. Membuat keputusan yang menguntungkan diri sendiri, anggota, keluarga, pihak lain, dan/atau golongan tertentu. “Saya meminta kepada Bupati atau inspektorat dan Muspika Cot Girek, agar terus mengawasi dana APBN-APBD yang dikelola oleh pemerintah desa di Kecamatan Cot Girek,” tandas Edy

Kepala Desa Alue Seumambu Syamsuddin ketika dihubungi media ini untuk konfirmasi sempat terhubung, namun tidak diangkat, hingga berita ini diturunkan. (B/42)