Pemerintah Kota Bengkulu Lakukan Antisipasi PMK Jelang Idul Adha

Sumaterapost.co | Bengkulu – Sebanyak 27 Ekor Sapi di Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu dinyatakan terpapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) hasil itu diperoleh setelah 5 sampel dari kawanan itu dinyatakan positif PMK.

Menyikapi hal itu, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah Bengkulu mulai mengambil sejumlah langkah termasuk memperketat distribusi sapi antar Daerah, pengetatan itu dilakukan menjelang hari raya idul Adha tahun ini.

“Untuk pencegahan PMK di kota Bengkulu jelang hari raya idul Adha kita telah membentuk tim terpadu terdiri dari TNI, POLRI, BPBD dan Dinas Peternakan yang bertugas khusus monitoring mastikan hewan ternak sapi yang datang ke Bengkulu maupun yang keluar harus bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku,” kata Walikota Bengkulu Helmi Hasan Rabu, (15-06-2022).

Saat ini pintu-pintu masuk kota Bengkulu dijaga ketat, setiap hewan ternak yang akan masuk akan diperiksa. Jika ada gejala atau positif PMK akan disuruh kembali ke daerah asal Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian
Kota Bengkulu bersama tim Balai Veteriner Lampung juga melakukan Pemeriksaan langsung dan mengambil sampel darah Sapi di beberapa kandang Sapi milik Masyarakat Kota Bengkulu.

Dia merinci, setidaknya ada tujuh upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Bengkulu untuk mencegah penularan PMK ini tujuh langkah yaitu
1 Melaksanakan Koordinasi lintas sektor antara lain Polres, Kejari dan Dishub Bengkulu
2 Mengentansifkan Pengawasan/pemantauan pada sapi milik Masyarakat
3 Memberikan edukasi atau pemahaman beternak tentang pencegahan dan penanggulangi PMK.
4 Membentuk tim Unit Reaksi Cepat (URC) yang segera tanggap dan bertindak bila ada laporan PMK.
5 Menempatkan petugas sebanyak dua orang di perbatasan kota ( Betungan Simpang Empat Nakau dan Sungai Hitam) untuk mengawasi ternak yang akan masuk ke Kota Bengkulu.
6 Membangun jaringan informasi antar petugas Kabupaten, Kota dan Provinsi Bengkulu.
7 Mengimbau kepada semua pihak untuk segera melaporkan kepada petugas bila menemukan gejala atau kasus PMK (**)