JAKARTA – PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) terus menguatkan posisinya sebagai perusahaan agribisnis dunia dengan visi keberlanjutan. Selain upaya keras di internal transformasi industri untuk mengakselerasi kinerja, BUMN anak usaha Holding Perkebunan Nusantara (HPN) ini juga terus membangun citra baik. Salah satunya dengan menggandeng Litbang Kompas, satu lembaga riset terkemuka di Indonesia, untuk menemukan posisi korporasi yang presisi.
“Kami telah bekerja keras untuk memperbaiki kinerja dengan beberapa program transformasi fundamental. Hasilnya sangat menjanjikan. Namun demikian, akselerasi ini juga harus didukung image atau citra yang baik sehingga reputasi kami di hadapan stakeholders juga harus baik. Ini penting sebagai modal trust,” kata Aris Handoyo, Sekretaris Perusahaan PTPN I saat berkunjung ke Markas Litbang Kompas di Jakarta, Selasa (27/1/26).
Data akurat tentang posisi korporasi yang presisi dan jujur sangat dibutuhkan untuk menemukan formula terbaik dalam setiap kebijakan. Dalam konteks ini, kata Aris, PTPN I meminta Libang Kompas untuk menyelenggarakan Corporate Image Index (CII) tahun 2026. Menurut Aris, pihaknya membutuhkan lembaga yang kredibel untuk memetakan setiap detail korporasi dari berbagai aspek. Hal itu sangat dibutuhkan karena data presisi akan menjadi bahan kajian dan mitigasi langkah ke depan.
“Kami menyadari bahwa kepercayaan publik adalah jangkar utama dalam pertumbuhan PTPN I. Itu sebabnya kami proaktif dengan memetakan persepsi pemangku kepentingan secara akurat dan objektif,” kata Aris yang didampingi Kasubdiv. Komunikasi Perusahaan PTPN I Hendrik Sastrawan, dan tim Komunikasi Perusahaan dan Hubungan Stakeholder.
Kunjungan Tim PTPN I diterima General Manager Sales Integrated Kompas Dorothea Devita beserta Tim Litbang Kompas. Sinergi kedua institusi ini resmi dimulai melalui seremoni penandatanganan naskah perjanjian kerja sama oleh kedua pihak.
Aris Handoyo mengatakan, langkah ini merupakan bagian dari upaya besar perusahaan untuk mewujudkan visi sebagai entitas agribisnis dan agroindustri yang tangguh serta berdaya saing kelas dunia. Hal ini selaras dengan semangat transformasi yang diusung dalam tagline perusahaan tahun 2026, yakni “Melaju, Bertumbuh, Mengukir Prestasi”.
“Kami menyadari bahwa untuk tumbuh menjadi perusahaan yang maju dan kompetitif, PTPN I memerlukan ‘cermin’ yang jujur dari pihak eksternal. Kerja sama dengan Litbang Kompas ini sangat bermanfaat bagi perbaikan korporasi secara menyeluruh. Dengan metodologi yang diakui di level nasional maupun internasional, kami ingin mendapatkan potret yang presisi mengenai posisi kami saat ini,” kata Aris Handoyo.
Data yang diperoleh dari survei ini akan menjadi pandu bagi manajemen untuk tetap konsisten dalam jalur transformasi. Aris meyakini, masukan dari publik akan mendorong PTPN I menjadi organisasi yang lebih profesional dan adaptif terhadap perubahan zaman.
“Hasil survei ini akan memberikan banyak masukan berharga agar PTPN I dapat bergerak lebih maju, bekerja secara profesional, dan terus tumbuh secara sustainable. Fokus kami adalah memastikan setiap kebijakan perusahaan tidak hanya mengejar profit, tetapi juga menjaga keberlangsungan yang selaras dengan ekspektasi pemangku kepentingan.”
Menanggapi kerja sama ini, GM Sales Integrated Kompas Devi, memberikan apresiasi tinggi atas keterbukaan manajemen PTPN I dalam melakukan evaluasi berbasis riset. Menurut dia, langkah ini mencerminkan kematangan korporasi dalam mengimplementasikan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance).
“Kerja sama ini menjadi momentum bagi PTPN I untuk memotret peluang serta tantangan di mata publik secara jernih. Melalui survei CII, kami berkomitmen memberikan gambaran komprehensif mengenai posisi reputasi perusahaan di tengah peta persaingan industri saat ini,” kata Devi.
Sementara itu, Kasubdiv Komunikasi Perusahaan PTPN I Hendrik Sastrawan menyebut, umpan balik dari survei ini akan menjadi instrumen evaluasi vital bagi seluruh Unit Kerja Regional. “Data ini bukan sekadar angka, melainkan panduan strategis bagi kami untuk terus menyempurnakan kualitas pelayanan dan kontribusi bagi masyarakat luas,” kata Hendrik.
Melalui kolaborasi ini, PTPN I kembali mempertegas komitmennya untuk bertransformasi menjadi perusahaan perkebunan yang modern, transparan, dan terpercaya di kancah nasional dan global. (*)




