Pernyataan Kontroversial Arteria Dahlan, Disebut Ngelindur

Sumaterapost.co | Bogor – Pernyataan anggota Komisi III dari Fraksi PDIP Arteria Dahlan mengundang reaksi keras. Salah seorang tokoh Sunda di Bogor, H Suherdi menyebut pernyataan Arteria Dahlan, dirinya tengah “Ngelindur” (mengigau,red) tak cerminkan anggota DPR.

“Sebagai wakil rakyat, mesti di sebelum bicara, dipikir dulu baru disampaikan. Maka dibutuhkan konsef dan hak itu menjadi penting, kalau asal keluar itu asbun (asal bunyi),” kata H Suherdi di Lobby Hotel Salak Kota Bogor, Kamis, (20/1/2022).

Dia juga mendesak Arteria segera minta maaf sejalan permintaan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Pernyataan Arteria, dapat menyulut permasalah dan pihaknya meminta agar para pejabat kalau berbicara jangan menyinggung hati rakyat.

Baca Juga :  Polresta Bogor Kota Kembali Serahkan Marbort Mart, Kini Berjumlah 35 Unit

Selain itu mengundang antipati dan membuat masyarakat tak percaya dengan pendapat kerap kali menyakitkan perasaan rakyat.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengungkapkan, pernyataan anggota Komisi III dari Fraksi PDIP Arteria Dahlan melukai kebhinnekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kang Emil panggilan akrabnya, minta kepada Arteria Dahlan segera meminta maaf kepada masyarakat Sunda yang berada di berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga :  Ayo Bangkit Bersama, Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-114 di Cilacap

“Saya mengimbau pak Arteria Dahlan sebaiknya meminta maaf ya kepada masyarakat Sunda di nusantara ini,” ujar Kang Emil.

Menurutnya, kalau tidak dilakukan permintaan maaf, sebenarnya orang Sunda itu pemaaf ya, jadi saya berharap itu dilakukan.

Untuk itu, ia mengingatkan Arteria Dahlan dengan cara baik karena sejatinya orang Sunda itu memiliki sifat silih asih silih asah silih asuh.

“Kekayaan, keberagaman Pancasila Bhinneka Tunggal Ika mewakili semangat itu, jadi kalau ada yang rasis seperti itu menurut saya harus diingatkan tentunya dengan baik-baik dulu,” kata Gubernur Jabar.

Baca Juga :  KPK Tengah Bidik Raja Biong Proyek Pemerintah, KPK Panggil Saksi Swasta dan Mahasiswa

Menurut Kang Emil, bahasa daerah merupakan kekayaan Nusantara yang sudah ada sejak ribuan tahun lalu dan patut untuk dilestarikan.

“Jadi saya menyesalkan statement dari Pak Arteria Dahlan terkait masalah bahasa ya, yang ada ratusan tahun, ribuan tahun menjadi kekayaan nusantara ini,” ujarnya.

Dalam rapat bersama Kejaksaan Agung, Arteria Dahlan mendesak Jaksa Agung Saniter Burhanuddin memecat Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) yang berbahasa sunda saat rapat.

“Ada kritik sedikit, Pak JA. Ada Kajati yang dalam rapat dan diraker, ngomong pakai bahasa Sunda, ganti, pak,” katanya. (Den)