KUDUS — Menjelang bulan Ramadan hingga Idul Fitri, aparat kepolisian bersama pemerintah dan pihak Pertamina melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap distribusi LPG 3 kilogram di sejumlah pangkalan di Kabupaten Kudus, Rabu (4/3/2026). Hasil pengecekan menunjukkan stok gas bersubsidi tersebut dalam kondisi aman.
Sidak tersebut melibatkan anggota Komisi XII DPR RI Jamalludin Malik, Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo, Bupati Kudus Samani Intakoris, serta jajaran Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah.
Rombongan pertama meninjau Pangkalan Umanah di Desa Demaan, Kecamatan Kota, Kudus. Dari hasil pengecekan, ketersediaan LPG dinyatakan mencukupi, bahkan terdapat tambahan sekitar 20 tabung dari alokasi awal.
Selanjutnya, rombongan melakukan pengecekan di Pangkalan LPG PSO Siaga di Desa Burikan, Kecamatan Kudus Kota, yang memiliki alokasi distribusi sekitar 220 tabung per minggu.
Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, mengimbau masyarakat agar membeli LPG 3 kilogram di pangkalan resmi dengan harga sesuai ketentuan pemerintah.
“Jika masyarakat mendapatkan harga yang terlalu mahal, sebaiknya tidak dibeli. Pembelian bisa dilakukan langsung di pangkalan resmi yang dapat dicek melalui situs subsiditepatlpg.mypertamina.id,” ujar Taufiq.
Menurutnya, pembelian melalui pengecer sering menyebabkan harga LPG melonjak. Bahkan pihaknya menerima laporan adanya penjualan di tingkat eceran hingga Rp35.000 per tabung.
“Jangan dibeli jika harganya tidak sesuai. Belilah di pangkalan resmi dengan harga yang telah ditetapkan,” tegasnya.
Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan selama Ramadan, Pertamina juga telah menyalurkan tambahan pasokan atau extra dropping di wilayah Kudus. Sebanyak 35.000 tabung tambahan disalurkan pada 17–18 Februari, disusul penambahan 33.000 hingga 34.000 tabung pada pekan pertama hingga ketiga Ramadan.
Sementara itu, Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo mengatakan pihaknya turut melakukan pengecekan distribusi serta memastikan kesesuaian isi tabung gas selama sidak berlangsung.
“Dari hasil pengecekan, distribusi berjalan lancar. Kami juga melakukan pemeriksaan timbangan dan hasilnya sesuai standar,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan agen, harga LPG 3 kilogram di tingkat pangkalan dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp18.000 per tabung.
Heru menegaskan pihak kepolisian akan terus melakukan pengawasan guna mencegah penimbunan maupun praktik penjualan di atas harga yang telah ditetapkan.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan membeli sesuai kebutuhan. Jika ditemukan indikasi penimbunan atau harga tidak sesuai ketentuan, segera laporkan kepada pihak kepolisian,” katanya.
Pemerintah daerah bersama kepolisian dan Pertamina memastikan pasokan LPG 3 kilogram di Kabupaten Kudus dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran.
(Christian Saputro)




