Polri Diminta Tutup Lokalisasi Narkoba di Namorube Julu

Beberapa barang bukti berupa alat guna Narkoba.

Sumaterapost.co | Binjai – Sejumlah elemen masyarakat mendesak Polri menutup tempat-tempat yang disinyalir dijadikan sebagai lokalisasi penyalahgunaan narkoba dan judi di Dusun Tanjung Pamah, Desa Namorube Julu, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.

 

Pasalnya, keberadaan tempat-tempat seperti ini berpotensi memunculkan berbagai permasalahan sosial baru, serta secara langsung mendorong peningkatan angka kejahatan narkoba dan aksi kriminalitas lainnya.

 

Agung Permana, salah seorang penggiat pemberantasan kejahatan narkoba di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, mengatakan, kehadiran tempat-tempat ilegal ini menandakan aktivitas perjudian, serta peredaran dan penyalahgunaan narkoba telah berjalan dengan sangat bebas, bahkan terkesan tidak terjamah oleh aparatur penegak hukum.

Baca Juga :  Gubernur BI : Kenaikan Suku Bunga Acuan Langkah Perkuat Nilai Tukar Rupiah

 

Dalam persoalan ini, dia menduga lokalisasi-lokalisasi penyalahgunaan narkoba dan judi tersebut muncul dan menjamur sebagai imbas keberadaan TF sebuah diskotik ilegal, yang saat ini tidak beroperasi lagi. Salah satunya disinyalir dikelola oleh pria berinisial UG.

 

“Terus terang saja, keberadaan tempat-tempat seperti ini sudah sangat mengganggu dan meresahkan bagi kami masyarakat. Harus ada tindakan tegas dari aparatur penegak hukum, khususnya Polri, sehingga masa depan generasi muda kita tidak hancur karena narkoba,” ujarnya, Senin, (15/08/2022).

Baca Juga :  Diduga Tanpa Mekanisme, dr M Riski Ramadhan Sebut Tak Tahu Alasan Apa Pergantian

 

Secara khusus Agung meminta Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, menginstruksikan jajarannya untuk bertindak cepat menertibkan lokalisasi-lokalisasi penyalahgunaan narkoba dan judi yang berada di pinggiran Kabupaten Deliserdang, Kota Binjai, dan Kabupaten Langkat ini.

 

Selain itu, dia juga mengharapkan Polri mampu mengusut jaringan mafia yang mengontrol bisnis narkoba di daerah tersebut, mengingat keberadaan tempat-tempat ilegal sejenis selama ini terkesan sulit untuk diberantas, serta disinyalir pula menjadi pusat penadahan barang dan kendaraan hasil kejahatan.

Baca Juga :  Walikota Binjai Wacanakan Bangun Kolam Renang Standar Nasional 

 

“Harus dapat diusut tuntas. Tangkap siapapun pihak yang terlibat, mulai dari pengelola, pengunjung, hingga para mafia narkoba dan judi, serta oknum-oknum yang melindungi tempat-tempat ini. Apalagi Bapak Kapolri berkomitmen untuk memberantas kejahatan narkoba dan perjudian,” seru Agung.

 

(andi)