Program Pemanfaatan Sisa Tulang Ikan Untuk Produk Hidroksiapatit

Sumaterapost.co | Medan – Pemanfaatan sisa tulang ikan sudah lama dilakukan kalangan peneliti di laboratorium,
tetapi masih banyak masyarakat yang tidak memahaminya Hidroksiapatit.

Karena itu, perlu transfer pengetahuan (transfer knowledge) melalui penyeliaan masyarakat untuk meningkatkan ilmu dan
pemanfaatannya.

Dosen Universitas Sumatera Utara (USU) Dr Dara Aisyah,PhD kepada media ini kemarin menjelaskan program Pemanfaatan Sisa Tulang Untuk Produk Hidroksiapatit telah dilakukan kajian di Pabrik Pengolahan Kerepuk.Lekor Kuala Trengganu Malaysia beberapa waktu lalu.

Dara didampingi Kepala Laboratorium Inti Fisika USU, Dr Kh Mohammad Sontang Sihotang,SSi, MSi memaparkan Program transfer pengetahuan pengolahan (pabrik) kerupuk lekor adalah satu program penelitian UMT yang melibatkan masyarakat untuk memanfaatkan sisa tulang ikan menjadi berbagai produk keperluan masyarakat.

Baca Juga :  Kapolres Simalungun Jadi Irup Upacara HUT Ke-92 Al-Jamiyatul Washliyah

Program ini dilihat sebagai upaya untuk
memperbaiki lingkungan masyarakat dan menyumbang kepada pembangunan kebijakan, pelaksanaan, dan kajian dalam social engineering.

Tulang ikan merupakan salah satu bentuk sisa yang dihasilkan dari industri pengolahanan ikan yang memiliki kandungan kalsium terbanyak dalam tubuh ikan.

“Dari aspek keperluan makanan dan gizi, tulang ikan sangat kaya akan kalsium
yang diperlukan manusia karena unsur utama dari tulang ikan adalah kalsium, fosfor, dan
karbonat,” jelas Dara yang sering melakukan penelitian dan sosialisasi kepada masyarakat pesisir di Sumatera Utara.

Baca Juga :  Sat Reskrim Polres Simalungun Berhasil Amankan Pelaku Pembunuhan Adik Bunuh Kakak Kandung

Dia berharap pelibatan atau partisipasi masyarakat untuk memanfaatkan sisa tulang ikan secara langsung dalam setiap proses yang dijalankan di kawasan mereka adalah untuk mencapai usaha pembangunan masyarakat yang terus meningkat.

“Pembangunan masyarakat menekankan pelibatan individu dalam masyarakat untuk belajar dan bekerjasama demi tujuan pembangunan masa depan melalui
pemanfaatan sisa tulang ikan,” ujar Dara.

Hal senada diungkapkan Dr Muhammad Sontang Sihotang, bahwa sisa tulang harus benar-benar dapat dimanfaatkan menjadi hidroksiapatit untuk mengatasi pencemaran lingkungan dalam pembuangan logam berat.

“Selain itu, tulang ikan juga boleh dimanfaatkan sebagai bahan implan dalam penggantian tulang (bone substitution), katup jantung, sambungan pinggul, dan juga bahan implan lain di dalam badan/tubuh manusia serta sebagai pengganti gigi manusia,” jelas Muhammad Sontang yang juga pernah melakukan kajian dan penelitian tersebut di Pabrik Pengolahan Kerupuk Lekor Kuala Trengganu Malaysia.

Baca Juga :  Kapolres Simalungun Jadi Irup Upacara HUT Ke-92 Al-Jamiyatul Washliyah

Menurut Sontang tulang ikan sebagai pengganti gigi karena ciri-cirinya yang sama dengan tulang dan gigi manusia dari segi struktur kimia.

“Itu sebabnya kita perlu melakukan transfer pengetahuan tentang sisa tulang ikan, pemanfaatan, hidroksiapatit bagi pembangunan masyarakat pesisir termasuk melibatkan masyarakat setempat,” tambah Muhammad Sontang.(bachtiar adamy)