Program Smart Village Menyisakan Hutang Penyedia

SUMATERA POST – PRINGSEWU – Konsep pembangunan desa berbasis teknologi informasi yang biasa disebut smart village adalah desa yang menerapkan teknologi tepat guna untuk mengembangkan potensi, meningkatkan ekonomi, dan menciptakan kemudahan dalam segala aspek kehidupan msyarakat. Guna mendukung terwujudnya program smart village tentunya dibutuhkan sarana dan prasarana yang tidak murah dan Sumber Daya Manusia yang handal, berawal dari latar belakang tersebut, salah satu penyedia sarana prasarana program smart village merasa kecewa, pasalnya anggaran yang sudah dikeluarkan oleh penyedia untuk sarana prasarana program smart village yang dijanjikan bulan Juni akan di bayarkan, namun hingga saat ini tidak ada kejelasan, ungkap Erna Susiana si penyedia sarana prasarana bsrang untuk progrsm smart village.

Baca Juga :  Fauzi Hibahkan Tanah Untuk Sanggar Pramuka

Erna Susiana, penyedia sarana prasarana, menuturkan, bahwa dirinya awal ada program diajak oleh Davit Kurniawan salah satu tekhnisi dari Perguruan Tinggi Swasta di Bandar Lampung, diajak untuk ikut bersama-sama mensosialisasikan program tersebut, dan memperkenalkan ke beberapa kepala desa yang mendapatkan program smart village, di Kabupaten Tulang Bawang Barat, Mesuji, Pringsewu, Pesawaran, Tanggamus.

Baca Juga :  Fauzi Hibahkan Tanah Untuk Sanggar Pramuka

Davit Kurniawan saat sosialisasi juga menyampaikan jika dari desa belum ada anggaran, nanti peralatan akan dipinjami oleh penyedia, alhasil penyedia keluar kocek kurang lebih Rp 1 milyar, namun dana yang sudah dikeluarkan hingga saat ini tidak ada kejelasan, ujar Erna Susiana

Sementara itu Davit Kurniawan salah satu tekhnisi dari Perguruan Tinggi Swasta yang ada di Propinsi Lampung saat dikonfirmasi melalui Handphone Celuler Minggu (17/10) pukul 20.00 wib membantah pernyataan Erna Susiana.

Baca Juga :  Balita di Temukan Tewas di Kolam Ikan

Namun Davit Kurniawan, mengatakan, memang benar Erna Susiana pernah bertemu dengan saya dan saya sampaikan tentang program smart village, saya tidak mengajak untuk bergabung namun dia jalan sendiri ke desa-desa dan memperkenalkan diri dengan menyebut-nyebut nama saya ke desa untuk menawarkan barang, al hasil desa pun mengsmbil barang dari Erna Susiana, dan sepertinya sampai sekarang belum terbayarkan, jelas David Kurniawan. (Andoyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here