Proyek Rehab Gedung SDN 2 Lubuk Keliat Diduga Tak Sesuai Spek & dikerjakan Asal Jadi

Sumaterapost.co | Ogan Ilir – Berdasarkan pantauan media yang bertugas di Ogan Ilir-Sumsel, proyek yang dikerjakan oleh pihak ketiga Konstruksi tersebut diduga menggunakan material Rangka baja ringan oplosan tidak memakai standar SNI. Yakni, dengan mendominasikan Rangka baja Ringan jenis banci sangat tipis sekali yang digunakan dalam pembangunan rehab gedung tersebut serta dikerjakan asal jadi.

Saat dikonfirmasi, salah seorang pekerja dilokasi proyek rehabilitasi gedung itu enggan komentar. Mereka hanya menjelaskan secara teknis apa yang telah mereka kerjakan.

“Kami hanya bekerja disini dan ini atas perintah mandor saya, kalau masalah material kami hanya terima ada di lokasi,” Ujar pekerja tersebut yang tidak ingin di sebutkan namanya, kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Ketua DPRD OI Suharto Hadiri Pembukaan STQH Ke XXVII Kecamatan Lubuk Keliat

Pembangunan Rehap atap tersebut di SDN 2 Lubuk Keliat, SDN 9 Lubuk Keliat dan SDN 1 dan 6 payaraman bahan nya sama dan dikerjakan asal jadi (buruk).

Sementara ini, tim awak media terkait adanya temuan ini belum berhasil melakukan konfirmasi kepada Pemborongnya atau pihak Diknas Oi, kabar informasi keponakan Disdik kabupaten Ogan Ilir yang mengerjakan nya. terkait penggunakan material oplosan. Sebab, berulang kali media ini berupaya menemui dilokasi proyek, pihak yang bersangkutan tak pernah ada.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, penggunaan Rangka baja banci pada pembangunan khususnya bangunan gedung memiliki potensi yang membahayakan. Sebab, ukurannya diameter tidak sebanding dengan ukuran toleransi.

Jika Rangka baja SNI full, ukuran diameter besi sesuai dengan ukuran sebenarnya. Sementara, ukuran toleransi sangat minim. Namun, jika pada Rangka baja banci, ukuran diameter dapat berpotensi memiliki penurunan besar. Sebab, besaran ukuran toleransinya bisa mencapai 0,1mm pada diameter 10 mm.

Baca Juga :  Aliansi Pewarta Investasi Gelar Aksi Damai di Gedung Kajari OI Laporankan Sejumlah Proyek di Kab Ogan Ilir

Tentu saja, dari selisih ukuran besi tersebut berpotensi mengurangi kualitas bangunan utamanya pada Rangka baja yang menggunakan penguatan Rangka baja Ringan pada struktur materialnya.

Selain itu, Rangka baja banci memiliki harga yang miring dibandingkan Rangka baja ringan full yang seharusnya digunakan pada proyek pemerintah sesuai SNI. Dengan begitu, maka indikasinya pihaknya pemborong mendapatkan keuntungan lebih besar. kondisi sekarang pengerjaan sudah selesai, dari pantauan kami di lapangan pengerjaanya pun asal jadi pasalnya lantai hanya di semen saja tidak dipasang keramik dan kondisinya kini sudah pada retak-retak tak rata, dinding depan ada berlubang berlubang-lubang tak rata dan juga ada salah pintu utama tidak diganti serta papan proyek tidak ada.

Baca Juga :  Jurnalis Dilarang Ambil Foto oleh Ajudan Asisten 1, Diacara Pembukaan STQH

“Sementara pihak Diknas OI sudah dikonfirmasi tapi jawabannya masih alot, tidak tau siapa pihak pemborong, pihak Diknas meminta kiranya untuk bersabar dulu. dikatakan salah satu awak media senior, apa bila dalam waktu dekat pihak pemborong atau pihak Diknas yang terkait masih sulit dikonfirmasi. Maka terkait temuian ini akan kami teruskan ke Tipikor dan Kajari Ogan Ilir-Sumsel,” pungkasnya dikatakan tegas oleh salah satu pewarta senior Oi, Sabtu, (3/12/22)

 

 

 

*red(Laporan Jurnalis Sumsel)