Rektor IBN : Dosen Wajib Menulis Buku

Sumaterapost.co | Pringsewu – Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pringsewu menyelenggarakan Workshop Strategi dan Kiat Sukses Menulis Buku Ajar, Kamis, 11 Agustus 2022, di kampus Gadingrejo, Pringsewu.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Direktur Penerbitan Andi Offset Yogyakarta Joko Irawan Mumpuni dan Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Bakti Nusantara Dr. H. Fauzi. Peserta workshop adalah dosen yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Lampung.

Dr. Fauzi menyatakan, profesi sebagai dosen mensyaratkan beberapa hal, di antaranya adalah pengembangan ilmu pengetahuan, yang ini dapat dilakukan salah satunya melalui kegiatan menulis buku. Selain merupakan wahana pengembangan ilmu pengetahuan, menulis buku, merupakan tugas yang wajib bagi dosen.

Baca Juga :  FX. Siman Sosialisasikan Perda Rembug Desa/Kelurahan di Pekon Tambahrejo

“Tugas dosen tidak hanya mengajar di ruang kelas dan membimbing mahasiswa, tetapi juga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka pengembangan diri dan menerapkan ilmu pengetahuan. Selain itu juga ada kegiatan-kegiatan yang menunjang profesi sebagai dosen,” ujar Dr. Fauzi.

Sementara, Joko Irawan Mumpuni menjelaskan, ada pilihan bagi dosen dalam menyebarluaskan karya ilmiah, baik melalui forum pertemuan, jurnal, maupun buku.

Baca Juga :  APTISI Wilayah II B Lampung Rencana Kerahkan 1000 Peserta Aksi Damai

Menurut dia, menulis buku ajar memiliki banyak manfaat, yakni dapat menjadi panduan belajar bagi mahasiswa seluruh Indonesia, berdampak pada nilai kum bagi dosen, dan reputasi perguruan tinggi. Menulis buku ajar dapat dikembangkan dari materi pembelajaran oleh dosen, diktat atau modul, dan diperkaya dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang terjadi dalam masyarakat.

Baca Juga :  Dua Saksi Ahli Unila Sepakat, Hj. Merry Korlap Unras Libatkan Anak yang Bertanggungjawab Secara Hukum

Buku karya dosen harus diterbitkan oleh penerbit yang berskala nasional, sehingga memberikan nilai tambah, karena dapat dimanfaatkan oleh kalangan yang lebih luas. Tidak hanya mahasiswa di pergurua tinggi di mana dosen itu mengajar.

Strategi dalam menulis buku ajar, kata Joko Irawan, yaitu harus dengan sikap rajin dan banyak membaca referensi terbaru.

“Menulis buku ajar bisa sepuluh hari, bisa juga setahun nggak jadi. Yang cepat itu karena rajin,” tuturnya. (Andoyo)