Sikapi Kasus Kekerasan Wartawan, Tim Advokasi Hukum PWI Sumut Dibentuk

SumateraPost, Binjai – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sumatera Utara akhirnya membentuk tim advokasi hukum terpadu dalam upaya pendampingan kasus dugaan percobaan pembunuhan terhadap Syahzara Sopian, wartawan anggota PWI Kota Binjai, yang terjadi 25 Juni 2021 lalu.

Tim tersebut merupakan gabungan pengurus dan ahli hukum dari PWI Provinsi Sumatera Utara, serta pengurus dan ahli hukum PWI Kota Binjai, yang diketuai Wakil Ketua PWI Provinsi Sumatera Utara Bidang Pembelaan Wartawan, Wilfrid B Sinaga SH.

Dalam siaran persnya di Kota Binjai, Kamis (22/07/2021) siang, Wilfrid B Sinaga SH, mengatakan, Tim Advokasi Hukum PWI Provinsi Sumatera Utara dibentuk berdasarkan Surat Keputusan PWI Provinsi Sumatera Utara Nomor: 01/SK/PWI.SU/T_ADV/VII/2021 tanggal 11 Julo 2021 tentang Tim Advokasi Wartawan PWI Sumut Tahun 2021, yang ditandatangani Ketua dan Sekretaris PWI Provinsi Sumatera Utara, H Hermansjah SE dan Edward Thahir SSos.

Baca Juga :  Perdana Bupati H Edimin Pimpin Apel Di Lingkungan Pemkab Labusel

Adapun susunan Tim Advokasi Hukum PWI Provinsi Sumatera Utara terdiri dari Ketua, Wilfrid B Sinaga SH, serta enam anggota, yakni Nurhalim Tanjung SH, Irianto SH, Arma Delisa Budi AMd yang juga Ketua PWI Kota Binjai, Zainal Abidin Nasution SH, Arif Budiman Simatupang SH, dan Dedi Susanto SH.

Dalam hal ini, kata Wilfrid, tim ini sengaja dibentuk dengan menindaklanjuti Surat PWI Kota Binjai Nomor: 007/PWI_BNJ/VI/2021 tanggal 28 Juni 2021 tentang Permohonan Bantuan Advokasi Hukum.

Baca Juga :  Resmikan Kantor FKUB, Bupati H. Surya Juga Buka Rakorda X FKUB Kabupaten Asahan

“Pada dasarnya, tim ini bekerja untuk memberikan pendampingan hukum terhadap rekan kita, Syahzara Sopian, anggota PWI Kota Binjai yang menjadi korban percobaan pembunuhan pada 25 Juni 2021 lalu,” terangnya.

Sebagai langkah awal, diakui Wilfrid, Tim Advokasi Hukum PWI Provinsi Sumatera Utara telah mengirimkan surat permohonan audiensi kepada Kapolres Binjai, AKBP Romadhoni Sutardjo SIK, pada 12 Juli 2021 lalu.

“Ada tiga tujuan audiensi kita itu. Pertama, mengapresiasi kinerja Polres Binjai atas penangkapan para tersangka. Kedua, mendapatkan informasi tentang perkembangan kasus ini. Lalu ketiga, meminta Polres Binjai menerapkan Undang-Undang Nomor: 40 Tahun 1999 tentang Pers,” ujarnya.

Baca Juga :  37 Warga Asahan Dinyatakan Suspek COVID-19, 4 Orang Terinfeksi Meninggal Dunia

Di kesempatan yang sama, Syahzara Sopian, selaku wartawan korban percobaan pembunuhan, mengaku ditinya sangat berterimakasih dan mengaptrisiasi langkah PWI Provinsi Sumatera Utara. Dia pun senantiasa siap mendukung proses pendampingan yang dilakukan Tim Advokasi Hukum PWI Sumatera Utara.

“Semoga dengan terbentuknya tim ini akan terungkap siapa dalang intelektual dalam kasus percobaan pembunuhan yang saya alami, dan tentunya hal ini pun menjadi tolak ukur efektifitas penerapan Undang-Undang Nomor: 40 Tahun 1999 tentang Pers,” jelasnya. (andi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here