Taman Budaya Jambi Taja Pameran “PALAMJAMBE”

The Kiss karya Bunga Ilalang ( Lampung)

Jambi – Pada masa pandemi, ini mungkin seni bukan jadi prioritas. Tertapi bagi seniman seni merupakan salah satu stimulus, healing dan katarsis bagi kehidupan . Praktik berkesenian paling tidak bisa membatu mengatsi permasalahan yang saat ini tengah dihadapi bersama utamanya seniman yang sangat terdampak pandemi, karena panggung pentasnya tersandera pandemi.

Maka tak surut karena pandemi Taman Budaya Jambi menghelat pameran “PALAMJAMBE” (Palembang, Lampung, Jambi dan Bengkulu) di Gedung Pertemuandan Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Jambi, Jambi dari 25 s.d 31 Oktober 2021. Pameran secara resmi akan dibuka, Senin 25 Oktober 2021, Pukul 19.00 WIB.

Adele karya Bunga Ilalang ( Lampung)

Pameran “PALAMJAMBE” ini akan menaja 114 karya rupa dari 81 perupa asal empat provinsi yakni Palembang( Sumatera Selatan), Provinsi Lampung, Provinsi Jambi dan Provinsi Bengkulu .

Plt Kepala Taman Budaya Jambi, Nyimas Kholida didampingi panitia “PALAMJAMBE” Herman , mengatakan, kegiatan pameran seni rupa ini diharapkan dapat memberi ruang apresiasi dan informasi khusus bagi pelaku, pemerhati dan penikmat seni .

“Muara harapannya hadirnya perupa kreatif dan produktif yang tetap mengusung lokalitas daerah dari Palembang, Lampung, Jambi dan Bengkulu,” ujar Nyimas Kholida.

Pandemi, lanjut Nyimas Kholida, menjadi tantangan tersendiri bagi seniman untuk membingkai apa yang terlihat dan memaknainya. Pandemi, bukanlah alasan untuk menjadikan seniman tiarap tapi harus terus bergerak karena salah satu bagian dari seni adalah mendukung kehidupan itu sendiri.

Baca Juga :  Gebyar Pameran “Ma[s]sa Bangkit” Siap Digelar di Museum Kebangkitan Nasional

“Oleh sebab itu, pameran kali ini tidak mengangkat tema seperti biasanya. Hal ini dilakukan agar seniman memiliki kebebasan untuk membingkai kehidupan dalam karya serta mengajak apresian untuk menyelami lebih dalam semesta kehidupan yang ada dibalik hasil karya kreatifnya,” terang Nyimas Kholida.

Herman menambahkan 81 perupa yang terpilih dalam kurasi dengan 114 karya dengan rincian berasal dari’ Palembang (8),Lampung (12) dan Jambi (57) dan Bengkulu (4). Herman menmbahkan , seni merupakan medium kreatif yang sangat fleksibel dan mampu merespons berbagai situasi serta menginspirasi dalam menciptakan alternatif kreatif dalam mencari solusi permasalahan yang ditemui.

”Situasi saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi seniman untuk kemudian membingkai dan memmaknainya dalam bahasa visual. Sekaligus menguji kepiawainya dalam menyiasati media dan teknik, konsep dan acuan karya yang bakal disajikannya,” imbuh Herman.

Berikut ini, lanjut Herman, karya-karya yang lolos kurasi dan ditaja dalam pameran “PALAMJAMBE 2021” : Bengkulu ; Bima Rekso Wibowo judul karya: Kembali Ke Dasar Mencari Bentuk Kebahagiaan

Rohman, judul karya: Syukur dan Tafaqur, Rusganda Aceng, judul karya: Tari Andun, Yuni Darlena, judul karya: Bunga Mawar Sebening Tirtawana.

Palembang : Aryanto, judul karya: Salam Sapa Askanadi, judul karya: Air Berkisah, Edi Fahyuni, judul karya: Tek Judul, Idris, judul karya: Langkah, Marta, judul karya: Selfie Semut dan Madu, Rudy Maryanto, judul karya: Selera Nusantara, Saridayanto_, judul karya: Ya Allah, Suparman Baela, judul karya: Musi River.

Baca Juga :  Hartono Gelar Pameran Tunggal “Boeng, Ayo, Boeng” di Museum Jateng Ronggo Warsito

Lampung : Ayu Sasmita, judul karya: Tari Baris, Bunga Ilalang, judul karya: Adele dan The Kiss, Enchdan us, judul karya: Baby SmileEsthakaliza art, judul karya: Katak Sejoli Lebah Sejoli , Jalal, judul karya: Terperangkap, Jamal, judl karya: Cinta Damai, Nidya Edelin_, judul karya: Kasih Nursalim, judul karya: Gadis Mayaku, Sisna, judul karya: My Peacefull Village, Widayati, judul karya: Bima Sakti dan Yulius Benardi, judul karya: Rejeki Tidak Tertukar.

Jambi ; Alde Kurniawan, judul karya: Kakuok, Alhendra DY, judul karya:Patriotic Fashion, Dan Covid, We Want To Live !, Andhika_, judul karya: Ngaleh JangkoiAnggraini, judul karya: A, live, Ani Aryadiningsih, judul karya: Alif Lam Mim, Anung, judul karya: Tragedi, Ary Syaputra, judul karya: Ddan on’t Cry, Bayu Kumara, judul karya: Menu Kehidupan Sekapur Sirih, Berryman Girsang, judul karya: Struggle dan CahayaBona Pakpahan, judul karya:O, tsu 1 dan 2 dan Penjelajah dan Penyeduh Boslan Tobing, Judul Karya: Cermin, Bray, judul karya: Rojo Koyo dan Bunga, Dera Putri Ramadani, judul karya: Ekspresi, Eno_, judul karya: Kebebasan, Erianto, judul karya: Obsesi#2, Faradhiga, judul karya: Muslihat Semesta 1 dan Muslihat Semesta 2, Farel, judul karya: Depresi Object, Febrian Nugraha, judul karya: Anak Daro, Fitri Yatima, judul karya: Buat Kue Yuk, Hendra, judul karya: Luxury 138, I mam Mursyid, judul karya: Digital Art Scrible, Imam Yulianz, judul karya:Memorabilia, Jeki Aprisela, judul karya: Sesaat Seketika dan Juca Aiyolanda, judul karya: Swarga Dalam Bejana, Leo Sanjaya. Judul karya: Untitled, Manusia dan Alam, Ahmad Lisin, judul karya: Public Unrest Lukman Tasman, judul karya: Zikir Pohon 1 danZikir Pohon 2, Marten Agung Laksono, judul karya: Munarai, Mondri, judul karya: Pantang Menyerah, Muhammad Al Amin, judul karya: Cute Sadism dan Symbol For Medula, Nofi Linda, judul karya:Kuluk Karamentang dan Kuluk Carano, Nofri Erianda, judul karya: Rock n Roll, Panji Hardiyanto, judul karya: Insomnia, Prayit Priyanto, judul karya: Bertahan Melawan Pandemi 1 dan Bertahan Melawan Pandemi 2, Rafif, judul karya: Lost In Elegy, Rahmat Hidayat_, judul karya: Kekuatan Moral, Rizki Diana Putri, judul karya: Merak, Rico Mappadeceng, judul karya:, Melawan Arus Pandemi 1, Melawan Arus Pandemi 2 dan Melawan Arus Pandemi 3, Rico Pakpahan, judul karya: Shangri-La Rifqi Kurniawan, judul karya: Your Opinion, Rivaldo, judul karya: Kita Satu Dia, dan Kerbau dan Kasih, Riyanto, judul karya: Yang Maha Mengetahui dan Lailatul Qadar, Riyatno, judul karya: Simbiosis Mutualisme, Maisuci Rahmawaty Pakpahan, judul karya: Vaksin danPoison, Romiyansyah, judul karya: Sepenggal Harapan, Rusnia Transawitri_, judul karya: Meraki, Sakadelic, judul karya: Break The Rules , Paw Paw Paw dan WVPRDXNVSV, Nur Santo Dwi Raditya, judul karya: Siapa Pemenangnya ?, Septia Cica Safitri, judul karya: Ragam Hias Kerinci, Yosan Novendra, judul karya:Warrior dan Zulkafri, judul karya: Optimis. (Christian Saputro)

Baca Juga :  Gebyar Pameran “Ma[s]sa Bangkit” Siap Digelar di Museum Kebangkitan Nasional