Teh PTPN VII Raih Tiga Penghargaan Asosiasi Teh Indonesia

Produk teh PTPN VII meraih tiga penghargaan pada “The 2nd National Tea Competition 2022” yang diselenggarakan di Bandung

BANDUNG – Produk teh PTPN VII meraih tiga penghargaan pada “The 2nd National Tea Competition 2022” yang diselenggarakan di Bandung, Kamis (19/5). Ajang adu prestasi yang diadakan Asosiasi Teh Indonesia (ATI) itu menobatkan PTPN VII Unit Pagaralam sebagai kampiun pada kategori Teh Hitam Orthodox DUST. Dua penghargaan lain yang diraih PTPN VII adalah juara 2 kategori Teh Hitam CTC BP-1 dan juara 2 kategori Teh Hitam CTC D-1.

Prosesi penyerahan penghargaan ini dilakukan di sela acara CEO Meeting Asosiasi Teh Indonesia yang diikuti seluruh PTPN yang mengelola komoditas teh, perusahaan teh swasta, dan teh rakyat atau petani teh. Tim juri melakukan penilaian secara komprehensif sejak Februari 2022 dengan delapan kategori.
Penghargaan untuk PTPN VII diterima Acep Sudiar, Manajer Unit Pagaralam. Hadir pada acara itu, Direktur Produk Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian RI Egy Sutopo, Direktur PTPN VIII Didik Prasetyo, Direktur PTPN VII Ryanto Wisnuardhy, Prof. Agus Pakpahan, dan para pejabat lain.

Menanggapi penghargaan itu, Direktur PTPN VII Ryanto Wisnuardhy menyatakan gembira atas pencapaian prestasi Unit Pagaralam ini. Ia mengatakan, award yang diberikan dari lembaga dengan reputasi utama untuk produk teh dalam negeri ini meingkatkan kepercayaan diri bagi PTPN VII.
“Penghargaan ini adalah bukti pengakuan kepada produksi teh Gunung Dempo yang diproduksi PTPN VII Unit Pala (Pagaralam). Pengakuan kualitas ini adalah petunjuk yang benar untuk meningkatkan kualitas maupun kuantitas.

Ibarat memasak suatu menu makanan, kita sudah ketemu takaran yang pas. Maka, tinggal genjot produksi,” kata Chief Ryan, sapaan akrabnya.
Ia menambahkan, industri teh PTPN VII yang berada di lereng Gunung Dempo, Provinsi Sumsel terus memacu dan mencari format terbaik untuk bisa menghasilkan produk yang paling disukai pasar. Salah satu cara untuk menemukan formula itu adalah dengan mengikuti kompetisi dan terus menjajaki pasar dunia. Oleh karena itu, kata dia, pihaknya memberi perhatian khusus untuk pengembangan komoditas teh, baik di on farm maupun off farm.

“Kami akan dorong semaksimal mungkin agar Unit Pagaralam yang punya kebun dan pabrik teh ini tetap beroperasi maksimal. Kebun kami hanya sekitar 1.500 hektare dengan satu unit pabrik. Tetapi, aset ini punya nilai intagible berupa potensi wisata, udara yang bersih, dan ini adalah aset besar bagi kelestarian lingkungan,” kata Ryan yang juga didapuk untuk menyerahkan penghargaan pada ajang ini.

Sambutan Walikota
Penghargaan yang menyebut nama Kota Pagaralam ini juga disampbut baik Walikota Pagaralam Alpian Maskoni. Ia mengungkapkan, atas nama Pemkot Pagaralam, pihaknya mengucapkan selamat kepada PTPN VII Unit Pagaralam yang mendapat award ini.
“Saya sampaikan selamat kepada PTPN VII Unit Pagaralam. Ini sangat membantu untuk mempromosikan Pagaralam bahwa selain kopi, kita juga punya produk teh kwalitas terbaik. Ini pengakuan faktual di level nasional dan internasional,” kata Kak Pian, sapaan akrab Alpian Maskoni.

Sementara itu, Manajer PTPN VII Unit Pagaralam Acep Sudiar menyatakan tertantang untuk meningkatkan prestasi dengan perolehan penghargaan ini. Ia mengaku, berbagai pembenahan mendasar dari pola penanganan on farm maupun off farm terus diikuti sesuai dengan permintaan pasar.
“Sebagaimana dunia yang terus berubah, dalam bidang agrobisnis juga akan selalu mengalami perubahan. Pada komoditas teh, soal basis rasa memang relatif tidak berubah. Tetapi selera lidah penikmat minuman teh akan selalu berubah secara temporer. Nah, kecenderungan perubahan itu yang harus kita ikuti, kita kejar supaya tetap mendapat pasar,” kata dia.

Dengan dukungan Direksi dan pemegang saham yang semakin kuat, Acep mengatakan prospek teh yang diproduksi kebun dan pabrik Gunung Dempo akan semakin baik. Ia juga mengajak semua elemen dan PTPN VII Unit Pagaralam untuk kompak bahu membahu mempertahankan prestasi ini dan terus melakukan inovasi.
“Perubahan itu tidak akan berhenti. Penghargaan ini adalah buah karya teman-teman semua dikebun dan di pabrik yang terus mengikuti dinamika perubahan dengan baik. Saya menyampaikan terima kasih kepada teman-teman semua,” kata dia. (HUMAS PTPN VII)