Terkait Statement Oknum Bendahara PKM Betung, BPKAD dan Inspektorat: Mengada-ada, Tidak Perlu Surat Tugas/Rekomendasi

Sumaterapost.co | Ogan Ilir – Kendati telanjur mencuatnya statement Bendahara Puskesmas Betung yang menyebutkan bahwa wartawan harus bawa surat tugas dari Dinas BPKAD, BPK , dan Inspektorat Ogan Ilir saat konfirmasi yang menyangkut keuangan puskesmas.

Bukan hanya kompak menolak memberikan informasi ketika dikonfirmasi, kedua Bendahara PKM Betung sempat mengatakan bahwa memang demikian aturannya. Padahal kedatangan awak media untuk konfirmasi bukan mengaudit soal keuangan.

Guna membuktikan kebenaran pernyataan tersebut, wartawan Sumatera Post mendatangi kantor ketiga Dinas yang dimaksud untuk mengkonfirmasi terkait statement yang dilontarkan kedua oknum Bendahara puskesmas Betung, Kecamatan Lubuk Keliat, Kabupaten Ogan Ilir.

Baca Juga :  Terkait Tambang Pasir di Lebung Bandung, Anggota DPRD OI AR Membantah Tegas

Perwakilan Dinas BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) Ogan Ilir saat ditemui di kantornya langsung membantah keras pernyataan yang dikeluarkan oleh oknum bendahara puskesmas Betung tersebut.

“Hal itu tidak benar. Bendahara PKM Betung hanya mengada-ada saja. Mungkin itu dalih mereka untuk menghindari pertanyaan wartawan. Dalam bertugas wartawan tidak memerlukan surat tugas dari Dinas/lnstansi lainnya dan tidak pula butuh surat rekomendasi saat akan konfirmasi karena sudah jadi tugasnya untuk mencari dan menggali informasi,”kata perwakilan Dinas BPKAD Ogan Ilir, Selasa, (4/10).

Ditemui terpisah, Inspektorat Ogan Ilir mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya, tidaklah benar jika wartawan itu harus membawa surat tugas dari Dinas sebagaimana disebutkan oknum Bendahara PKM Betung. Wartawan tidak memerlukan izin tertulis/rekomendasi ketika hendak konfirmasi.

Baca Juga :  Tambang Pasir Ilegal Milik Salah Satu Anggota DPRD OI Yang Beroperasi di Desa Lebung Bandung Labrak UU No 3!

Bahkan sejujurnya, kami dari Inspektorat Ogan Ilir ini justru sangat berterimakasih dengan adanya awak media. Dengan adanya pemberitaan oleh rekan media, kami jadi tahu informasi penting yang terjadi di lapangan.

“Terkait informasi dugaan pada kasus Bendahara PKM Betung ini, nanti akan kami kroscek ke lapangan kebenarannya. Artinya, mereka tidak memahami tupoksi seorang jurnalis. Padahal wartawan yang hendak wawancara/konfirmasi itu kan tujuannya agar informasi yang disampaikan berimbang. Aneh saja, kenapa mereka malah bersikap demikian,” ujarnya dengan heran.

Baca Juga :  Terkait Tambang Pasir di Lebung Bandung, Anggota DPRD OI AR Membantah Tegas

Sementara Dinas Kesehatan Ogan Ilir, belum bisa dimintai komentarnya lantaran Kadinkes Hendra Kudeta beserta seluruh Kabidnya tengah Dinas Luar (DL). Hal tersebut disampaikan Kabid BOK, Susi melalui pesan WhatsAppnya pagi tadi.

“Mohon maaf, pak. Kami (Dinkes) Ogan Ilir sedang menghadiri undangan Kemenkes RI mewakili Sumsel terkait Akreditasi Puskesmas. Kebetulan kami akan berada di Jakarta hingga Jumat. Semoga berkenan untuk sabar menunggu kepulangan kami,”cakap Susi via WA.

 

 

 

(Laporan Jurnalis FC Ogan Ilir-Sumsel)