Ternyata Produk UMKM Olahan Umbi Indonesia Memiliki Minat Tinggi di Jepang!

Jakarta – Peningkatan produksi dan kualitas tanaman pangan sedang gencar digemakan oleh Kementerian Pertanian. Beberapa komoditas bahkan diangkat untuk menjadi komoditas ekspor baru yang bernilai tinggi. Hal ini dibahas dalam Webinar series yang diselenggarakan oleh KOPITU dan Propaktani pada Rabu, 8 September 2021. Acara tersebut dihadiri diantaranya oleh Yoyok Pitoyo selaku Ketua Umum KOPITU, Diana Emilla Sari Sutikno selaku Konsul Jenderal RI di Osaka, dan Teguh Wahyudi selaku President Director Sariraya Co. Ltd.

Baca Juga :  CCEP Indonesia Raih Penghargaan Best Companies to Work For in Asia – Indonesia Edition 2021

Menurut Yoyok, peluang pasar yang besar di jepang ini merupakan kesempatan baru bagi para petani. Tidak hanya untuk pasar bagi produk mentah, namun juga produk olahan yang diproduksi oleh UMKM Indonesia. “Dalam hal ini penting untuk para petani bisa membentuk Koperasi atau Korporasi sebagai wadah untuk koordinasi petani. Hal yang sama berlaku juga untuk UMKM. Dengan demikian, ada kesempatan besar bagi petani dan UMKM untuk turut serta dalam dunia ekspor impor yang menguntungkan.”, ungkapnya.

Baca Juga :  CCEP Indonesia Raih Penghargaan Best Companies to Work For in Asia – Indonesia Edition 2021

Berdasarkan keterangan Konjen Diana, beberapa produk pertanian Indonesia telah menguasai 100 persen potensi pasar ekspor Jepang. Antara lain produk minyak nabati dan lemak, lada, dan ubi jalar. Untuk ekspor minyak nabati terdiri atas minyak kelapa sawit, minyak kelapa, dan minyak nabati lain termasuk margarin. Gambaran ekspor ini menunjukkan dominasi subsektor pertanian. Terdapat juga ekspor komoditas hortikultura dan tanaman pangan, yang realisasinya sangat bisa ditingkatkan mengingat pasar yang luas.

Baca Juga :  CCEP Indonesia Raih Penghargaan Best Companies to Work For in Asia – Indonesia Edition 2021

“Pasar kita sangat luas, dan jalur untuk para petani sudah ada, seperti yang saya lakukan dan KOPITU juga lakukan. Saya sangat tertarik dengan berbagai produk UMKM yang dimiliki di Indonesia bahkan termasuk cabai dan jengkol. Saya merasa positif kita bisa secara bersama sama nanti dengan KOPITU untuk mengembangkan peluang tersebut.”, ungkap Teguh.

“Tentunya kita mendorong agar para petani dan pelaku UMKM bisa naik kelas, mandiri dan go ekspor, sebagaimana Visi dan Misi KOPITU.”, pungkas Yoyok.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here