Walikota Kukuhkan Tim Gerakan Literasi Daerah Kota Metro Yang Diselenggarakan di Pokadi

Sumaterapost.co – Metro | Walikota Metro kukuhkan Tim Gerakan Literasi Daerah Kota Metro dan Pencanangan Kota Metro Sebagai Kota Literasi diselenggarakan di Pojok Baca Digital (Pokadi), Selasa, 14 Desember 2021.

Sejarah peradaban umat manusia menunjukkan bahwa bangsa tidak dibangun hanya dengan memanjakan kekayaan alam. Bangsa yang besar ialah bangsa yang membudayakan pemikiran literate yang aktif memberdayakan sumber daya manusia.

Dalam hal ini, Ketua Literasi Kota Metro, Silfia Naharani, mengatakan bahwa memberdayakan kebudayaan literate untuk kehidupan berbangsa itu sangat penting dimana untuk menumbuhkan kembali motivasi membaca masyarakat.

Baca Juga :  Walikota Metro Memimpin Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke-144

“Masyarakat literate bukan hanya mengenai bangsa yang bebas dari buta aksara, namun yang lebih penting bagaimana bangsa memiliki kecakapan hidup, agama kukuh bersatu, dan bersaing dengan bangsa lain, untuk menciptakan kesejahteraan,” ungkapnya saat sambutan di Halaman Masjid Taqwa.

Menurutnya, kualitas sebuah bangsa dilihat dari tingkat keberhasilan sumber daya manusia ( SDM ) nya.

“Dengan budaya literasi ini, menunjukkan kemampuan bangsa dalam berkompetisi dan berfikir kritis, sehingga mampu memenangkan kontestasi global,” ujarnya.

Dia berharap, dengan budaya literasi di Kota Metro dapat meningkatkan minat baca bagi semua kalangan baik pelajar, masyarakat, dan pegawai pemerintah dan non pemerintah.

Baca Juga :  Kejari Metro Tangkap Kadis PUTR Yang Diduga Korupsi

“Dengan kota Metro sebagai kota literasi maka akan lebih tersedia bahan bacaan bermutu dan terjangkau sehingga mendorong minat membaca baik di kawasan sekolah maupun di kalangan masyarakat. Dan juga memenuhi kebutuhan konsumsi bacaan masyarakat,” tutupnya.

Dikesempatan yang sama, Walikota Metro, Wahdi Sirajuddin mengapresiasi dengan adanya Tim Gerakan Literasi ini diharap dapat meningkatkan kualitas SDM khususnya di Kota Metro.

“Dengan adanya budaya Literate ini, harapannya dapat menjadi awalan untuk perubahan pola fikir masyarakat. Sehingga menghilangkan kondisi masyarakat yang bebas dari buta huruf dan juga dapat membentuk sikap masyarakat yang berbudaya dan memiliki ketangkasan dalam berkompetisi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kejari Metro Tangkap Kadis PUTR Yang Diduga Korupsi

Dia menambahkan bahwa dengan awalan sebagai kota literasi sudah banyak program yang memang sudah dari dulu ada demi memajukan Kota Metro ini.

“Kita lihat sudah terlaksana beberapa rumah baca. Seperti tbn, rumah pintar, tujuannya menjadi Indonesia Emas 2045, dan sesuai visi di Kota Metro Generasi Metro Cemerlang (Gemerlang),” tutupnya.(Ayu)