SEMARANG — Semangat literasi dan dakwah digital menggema di lingkungan Pondok Pesantren Az-Zuhri, Jalan Ketileng Raya No.13 A, Sendangmulyo, Tembalang, Sabtu Wage (21/2/2026). Gerakan Santri Menulis (GSM) ke-32 Tahun 2026 resmi dibuka dengan mengusung tema “Memproduksi Konten Media”, menyasar santri generasi Z agar adaptif dan kreatif di era digital.
Kegiatan yang digelar oleh Suara Merdeka Network ini menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan daerah. Hadir di antaranya Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Abu Rokhmad, Ketua MUI dan BAZNAS Jawa Tengah KH Ahmad Daroji, serta Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Saiful Mujab.
Acara pembukaan diawali dengan pembacaan Surah Al-Fatihah, menyanyikan Indonesia Raya dan Yalal Wathon, serta tilawah Al-Qur’an. Pengasuh Ponpes Az-Zuhri, Luqman Hakim yang akrab disapa Gus Lukman, menyampaikan bahwa pesantren harus mampu merespons perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Pemimpin Redaksi Suara Merdeka, Agus Toto Widyatmoko, menegaskan bahwa literasi media menjadi kebutuhan mendesak bagi santri. “Santri hari ini bukan hanya pembaca, tetapi juga produsen konten yang membawa pesan moderasi dan nilai kebangsaan,” ujarnya.
Dalam sambutannya sekaligus membuka acara, Prof. Abu Rokhmad menekankan pentingnya penguasaan media sebagai bagian dari dakwah Islam yang ramah dan moderat. Menurutnya, santri memiliki potensi besar menjadi kreator konten yang menyuarakan Islam wasathiyah di ruang digital. “Ruang media harus diisi narasi yang menyejukkan dan mencerahkan,” katanya.
Memasuki sesi pelatihan, peserta mendapatkan materi penulisan dasar, teknik jurnalistik, hingga strategi memproduksi konten multiplatform. Narasumber pelatihan menghadirkan tim redaksi Suara Merdeka Network, yang membagikan pengalaman praktis tentang mencari ide berita, teknik wawancara, penulisan feature, serta etika jurnalistik di era media sosial.
Selain itu, materi Islam Wasathiyah disampaikan oleh perwakilan MUI Jawa Tengah, sementara sesi Santri Entrepreneur dipandu narasumber dari BAZNAS Jawa Tengah yang mendorong santri membangun kemandirian ekonomi berbasis kreativitas konten.
Gerakan Santri Menulis 2026 diharapkan menjadi ruang pembinaan berkelanjutan bagi santri untuk mengasah kemampuan literasi, memperkuat karakter kebangsaan, serta membangun ekosistem media pesantren yang produktif dan inspiratif.
Melalui gerakan ini, pesantren kembali menegaskan perannya bukan hanya sebagai pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai kawah candradimuka lahirnya generasi literat, kreatif, dan berdaya saing di era digital. (Christina Saputro/SGP)




