SEMARANG – Asosiasi Dong Yue Taiji Quan Indonesia (ADYTI) Dewan Pengurus Cabang (DPC) Kota Semarang menampilkan atraksi memukau dalam rangkaian Malam Budaya peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-160 Klenteng TITD Ling Hok Bio, Sabtu (11/4/2026). Penampilan tersebut sukses mencuri perhatian ratusan tamu undangan dan masyarakat yang hadir.
Di bawah suasana yang sakral namun meriah, tim ADYTI Semarang menyajikan rangkaian jurus Tai Ji yang lembut nan bertenaga. Setiap gerakan mengalir harmonis, berpadu dengan irama napas teratur, bukan sekadar menjadi tontonan estetis, melainkan juga menyampaikan filosofi mendalam tentang keseimbangan antara tubuh, pikiran, dan jiwa.
Sebelum pertunjukan dimulai, Sekretaris ADYTI Semarang, Joannita, memaparkan kiprah komunitasnya di Kota Semarang. Ia menegaskan bahwa ADYTI tidak hanya berfungsi sebagai wadah olahraga, tetapi juga sebagai ruang pelestarian budaya yang sarat nilai filosofis.
“Tai Ji adalah warisan budaya yang mengajarkan keselarasan hidup. Kami mengajak masyarakat untuk bergabung, tidak hanya demi kesehatan, tetapi juga untuk ikut melestarikan budaya leluhur,” ujar Joannita.
ADYTI Semarang yang telah aktif beberapa tahun terakhir ini rutin menggelar latihan terbuka dan kerap tampil dalam berbagai event budaya, sosial, hingga ajang olahraga rekreasi tingkat kota maupun nasional. Kehadiran mereka dalam perayaan HUT Klenteng Ling Hok Bio ini menjadi bukti nyata kontribusi dalam merawat keberagaman budaya di Semarang.
Di tengah arus modernisasi, komunitas seperti ADYTI berperan penting sebagai pengingat untuk menjaga akar tradisi sekaligus memperkuat harmoni sosial. Malam budaya tersebut berlangsung hangat, mempertemukan berbagai elemen masyarakat lintas generasi dan latar belakang. Melalui gerakan Tai Ji yang tenang namun bermakna, ADYTI Semarang berhasil menyampaikan pesan universal: bahwa keseimbangan adalah kunci kehidupan, dan budaya adalah jembatan yang menyatukan. (Christian Saputro)




