Sumaterapost.co | Bintan – Suasana penuh antusias dan partisipatif mewarnai kegiatan konsultasi publik AMDAL terkait rencana pembersihan sedimentasi laut dan pemanfaatannya untuk mendukung pembangunan Kampung Nelayan Desa Numbing.
Kegiatan tersebut digelar di Kantor Desa Numbing, Rabu (15/4/2026).
Hadirnya Berbagai Pihak
Kegiatan yang diprakarsai oleh PT. Hartono Energy Mining ini dihadiri sekitar 70 peserta.
Terdiri dari masyarakat nelayan, tokoh masyarakat, perangkat desa, unsur pemerintah kecamatan, aparat keamanan, serta instansi terkait.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Bintan Pesisir, Kapolsubsektor Kelong, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bintan, aparatur Desa Numbing, serta sejumlah undangan lainnya.
Paparan Program oleh Perusahaan
Paparan materi disampaikan oleh koordinator konsultan AMDAL, Yamin Pakaya, M.T.
Ia mendampingi jajaran direksi PT. Hartono Sinergy Mining, yaitu Eddie Rusland G selaku Direktur Utama dan Richard Budihadianto selaku Direktur.
Dalam forum tersebut, masyarakat terlihat aktif menyimak paparan, memberikan saran, dan menyampaikan berbagai harapan terhadap program yang akan dijalankan.
Program Mariculture dan Blue Carbon Jadi Sorotan
Salah satu poin yang mendapat perhatian besar dari masyarakat adalah paparan mengenai program CSR lingkungan yang diarahkan untuk mendukung ekonomi nelayan dan perlindungan kawasan pesisir.
Program yang dipresentasikan mencakup pengembangan Keramba Jaring Apung (Mariculture) sebagai pusat budidaya ikan laut terpadu bagi kelompok nelayan Desa Numbing.
Konsep ini diharapkan menjadi salah satu program unggulan dalam pembangunan kampung nelayan modern yang mampu meningkatkan hasil budidaya dan pendapatan masyarakat.
Selain itu, perusahaan juga memaparkan program Blue Carbon, yaitu penguatan ekosistem pesisir melalui rehabilitasi mangrove, perlindungan garis pantai, serta pemanfaatan hasil sedimentasi laut untuk mendukung restorasi kawasan pesisir.
Program ini dinilai sangat strategis karena tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan lingkungan, tetapi juga mendukung penyerapan karbon dan pengembangan ekonomi hijau desa.
Harapan Masyarakat untuk Kampung Nelayan Terpadu
Masyarakat yang hadir menyambut baik konsep tersebut dan berharap program CSR dapat dipadukan dengan pembangunan Kampung Nelayan Desa Numbing melalui kerja sama bersama Koperasi Desa Merah Putih Desa Numbing.
Beberapa usulan yang mengemuka antara lain:
– Pembangunan cold storage untuk hasil tangkap nelayan;
– Pengembangan kawasan mariculture terpadu;
– Rehabilitasi mangrove berbasis blue carbon;
– Fasilitas pengolahan hasil perikanan;
– Pengembangan energi terbarukan mandiri (CHP).
Camat Bintan Pesisir juga menyampaikan dukungan terhadap rencana pengembangan kawasan ekonomi masyarakat di atas lahan 1 hektare yang telah dicanangkan pemerintah daerah untuk koperasi desa.
Komitmen Perusahaan dan Pemerintah
Pihak perusahaan menyampaikan bahwa seluruh aspirasi masyarakat akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan dokumen AMDAL dan program CSR lanjutan bersama instansi terkait.
Forum ini menjadi momentum penting untuk memastikan bahwa kegiatan pembersihan sedimentasi laut tidak hanya memperhatikan aspek lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Desa Numbing, khususnya para nelayan.
Dengan kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat, Desa Numbing diharapkan dapat berkembang menjadi kampung nelayan modern berbasis mariculture dan blue carbon, yang mampu memperkuat ekonomi lokal sekaligus menjaga kelestarian lingkungan pesisir.(T.4z)




