PANGKALPINANG — Forum Komunikasi Praktisi Akuakultur (FKPA) Koordinator Wilayah Bangka Belitung (Babel) menggelar halal bihalal yang dirangkai dengan diskusi panel di Resto Gale-Gale, Pangkalpinang, Sabtu (26/4). Kegiatan ini menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus ruang bertukar gagasan menghadapi dinamika budidaya udang di daerah.
Acara yang dihadiri sekitar 60 peserta tersebut dibuka oleh pembawa acara Afdan, dilanjutkan sambutan Ketua Panitia, Maulana Akbar. Dalam sambutannya, Maulana menekankan pentingnya kebersamaan di tengah tantangan sektor akuakultur yang kian kompleks.
“Melalui momentum ini, kita tidak hanya mempererat tali silaturahmi, tetapi juga memperkuat semangat kolektif agar usaha budidaya di Babel terus berkembang dan berkelanjutan,” ujarnya.
Suasana keakraban halal bihalal kemudian berlanjut dalam diskusi panel yang menyoroti arah organisasi dan kondisi terkini di lapangan. Ketua FKPA Korwil Babel, Rusdi Djamdjoeri, menyebut kegiatan ini juga menjadi bagian dari konsolidasi internal menjelang pembentukan kepengurusan baru.
“Selain sebagai ajang silaturahmi, ini juga momentum untuk melakukan pembaruan informasi dan menyusun langkah strategis ke depan, termasuk persiapan regenerasi kepengurusan,” kata Rusdi.
Dalam sesi diskusi, praktisi udang Andi Yudo Cahyono menyoroti sejumlah tantangan utama yang dihadapi petambak, khususnya terkait serangan penyakit yang masih menjadi momok.
“Penyakit seperti Myo, AHPND, hingga EHP masih sering ditemui di lapangan. Namun kita tidak boleh patah arang. Tantangan ini harus dihadapi dengan pengetahuan dan semangat yang terus diperbarui,” ujarnya.
Sementara itu, praktisi senior Prawoto mengingatkan bahwa kunci utama keberhasilan budidaya terletak pada kemampuan mengelola kualitas air serta memahami karakteristik tiap lokasi tambak.
“Bertambak itu pada dasarnya mengelola air. Setiap lokasi punya karakter berbeda, sehingga standar operasional tidak bisa disalin begitu saja. Diskusi seperti ini penting untuk saling belajar dan mengantisipasi persoalan di lapangan,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, FKPA Babel berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antarpraktisi, sekaligus mendorong peningkatan kapasitas dan ketahanan sektor budidaya udang di tengah berbagai tantangan yang ada. ,(Christian Saputro)




