SURABAYA – Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara XII (SPBUN NXII) memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 dengan menempuh jalan reflektif melalui gelaran istighosah dan doa bersama di Masjid Husnul Khatimah, Kantor Regional PT Perkebunan Nusantara I (Persero) Regional 5, Surabaya, Kamis (30/4/2026). Langkah ini diambil sebagai upaya memperkuat harmoni antara pekerja dan manajemen di tengah dinamisnya tantangan industri perkebunan saat ini.
Kegiatan yang mengusung tema “Perkuat Kebersamaan untuk Kemajuan Perusahaan dan Kesejahteraan Karyawan” tersebut dihadiri oleh ratusan karyawan serta jajaran manajemen. Melalui momentum ini, SPBUN NXII berupaya menggeser stigma hari buruh yang kerap identik dengan aksi turun ke jalan menjadi penguatan solidaritas melalui pendekatan spiritual.
Hadir memberikan tausiyah, tokoh ulama K.H. Marzuki Mustamar menekankan bahwa etos kerja dan keberhasilan korporasi merupakan buah dari perpaduan kerja keras serta rida Tuhan. “Persatuan dan keikhlasan menjadi kunci. Kalau semua unsur di perusahaan berjalan selaras, hasilnya juga akan baik,” pesan K.H. Marzuki di hadapan jamaah.
Semangat keselarasan tersebut diamini oleh Region Head PT Perkebunan Nusantara I (Persero) Regional 5, Subagiyo. Ia menyatakan bahwa May Day adalah momentum krusial untuk memperkuat sinergi, di mana kesejahteraan karyawan bukan sekadar pemenuhan hak normatif, melainkan hasil dari kolaborasi erat yang membawa manfaat bagi masyarakat luas.
Sejalan dengan visi manajemen, Ketua SPBUN NXII, Bramantya Admaja, menegaskan bahwa istighosah ini adalah manifestasi nyata dalam merajut hubungan industrial yang konstruktif dan berkelanjutan. Ia mengibaratkan pekerja dan perusahaan sebagai dua organ vital dalam satu raga yang harus berdenyut seirama demi keberlangsungan usaha.
“Kami memandang kemajuan perusahaan dan kesejahteraan karyawan sebagai dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan. Kesejahteraan pekerja adalah ‘bahan bakar’ utama yang menggerakkan roda perusahaan, sementara kesehatan perusahaan merupakan jaminan masa depan bagi seluruh pekerja. Prinsip kami jelas: perusahaan sehat, karyawan sejahtera,” tutur Bramantya.
Bramantya juga berharap, melalui kekuatan doa ini, seluruh target besar yang dicanangkan perusahaan dapat tercapai dengan penuh keberkahan. Ia menegaskan bahwa SPBUN NXII akan terus memegang teguh jati dirinya sebagai organisasi yang memiliki karakter kuat dalam menjaga keseimbangan industri.
“SPBUN NXII akan selalu konsisten seperti tegas dalam memperjuangkan aspirasi anggota, namun tetap santun dalam bersikap dan religius dalam setiap langkah perjuangan. Kami ingin membawa semangat baru—sebuah semangat yang mengedepankan dialog dan doa sebagai fondasi produktivitas demi kesejahteraan bersama,” pungkasnya dengan optimis. (*)




