BANDAR LAMPUNG — Komunitas Biroe (Kombir) akan menggelar pameran seni rupa bertajuk “Per-Empu-An” di Taman Budaya Lampung pada 4 Juni 2026. Pameran tahunan tersebut akan menghadirkan sekitar 50 perupa dari berbagai kalangan, mulai mahasiswa hingga seniman umum, dengan menampilkan karya fotografi, lukisan, dan instalasi.
Pameran ini direncanakan dibuka oleh Sekretaris Yayasan Dharma Jaya, Dr. Ir. H. Firmansyah Y. Alfian, MBA., M.Sc. Kehadirannya diharapkan menjadi dukungan bagi perkembangan seni rupa dan ruang apresiasi budaya di Lampung.
Tema “Per-Empu-An” dipilih sebagai ruang refleksi mengenai peran, pengalaman, dan eksistensi perempuan dalam kehidupan sosial maupun dunia seni rupa. Melalui karya-karya yang dipamerkan, para seniman berupaya mengangkat beragam perspektif tentang perempuan, mulai dari aktivitas keseharian, pengalaman batin, hingga perjalanan spiritual.
Sebagian besar karya dalam pameran ini dihasilkan oleh perupa perempuan yang mengekspresikan pengalaman hidup mereka sebagai ibu rumah tangga, pekerja profesional, maupun pelaku seni. Berbagai pengalaman personal, endapan emosi, serta refleksi atas posisi perempuan dalam masyarakat diterjemahkan ke dalam beragam medium seni visual.
Menurut penyelenggara, perempuan masih kerap ditempatkan sebagai objek dalam representasi seni. Sementara itu, keberadaan perempuan sebagai subjek pencipta karya seni belum selalu mendapatkan ruang yang setara. Kondisi tersebut menjadi salah satu latar belakang lahirnya pameran “Per-Empu-An”.
Pameran ini juga mengangkat isu kesetaraan gender dan mengajak publik meninjau kembali berbagai konstruksi sosial yang selama ini melekat pada perempuan. Melalui karya-karya yang dipamerkan, para perupa menawarkan pembacaan baru mengenai perempuan sebagai individu yang memiliki kreativitas, daya cipta, dan kebebasan berekspresi.
Setiap karya menjadi representasi pengalaman, gagasan, dan refleksi yang lahir dari proses kreatif para seniman dalam mengamati kehidupan sehari-hari serta dinamika sosial di lingkungan mereka. Dalam konteks tersebut, seni rupa menjadi medium untuk menyampaikan pesan-pesan kemanusiaan, kesetaraan, dan penghargaan terhadap pengalaman perempuan.
Penyelenggara berharap pameran ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi seni, tetapi juga membuka dialog publik mengenai posisi perempuan dalam kehidupan budaya dan seni kontemporer. Selain menghadirkan karya-karya visual, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran perempuan sebagai subjek kreatif yang turut membentuk perkembangan seni rupa di Lampung.
Pameran “Per-Empu-An” terbuka untuk masyarakat umum dan diharapkan menjadi momentum penting bagi perkembangan seni rupa Lampung, sekaligus memperluas apresiasi terhadap karya-karya perempuan di Indonesia. Melalui pameran ini, Komunitas Biroe berupaya menghadirkan ruang perjumpaan antara seni, refleksi sosial, dan semangat kesetaraan yang terus relevan dalam kehidupan masyarakat masa kini. (Christian Saputro)




