SEMARANG — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Kota Semarang di kancah nasional. Tata Naufal Rafiud Darajad, siswa kelas IX SMP Negeri 4 Semarang, berhasil meraih juara pertama dalam Lomba Desain Logo Semarang International Cartoon Exhibitions (SICE) 2026.
Karya Tata terpilih sebagai yang terbaik setelah bersaing ketat dengan 347 peserta dari 36 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, termasuk kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Solo, Makassar, hingga Bali. Dalam kompetisi bergengsi tersebut, I Made Arya Charaka menempati posisi kedua, sedangkan Satyatama Bagas berada di peringkat ketiga.
Kompetisi yang diinisiasi oleh SICE Foundation dan didukung penuh oleh Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) ini bertujuan mendorong kreativitas generasi muda, khususnya di bidang seni dan desain grafis.
Pendiri SICE, Slamet, menjelaskan bahwa lomba ini bukan sekadar mencari identitas visual baru bagi organisasi, melainkan juga membuka ruang bagi talenta muda Indonesia untuk menunjukkan kemampuan mereka.
“SICE berkomitmen memfasilitasi, membimbing, menyalurkan, dan mengapresiasi kreativitas anak muda agar berkembang ke arah yang positif,” ujar Slamet.
Sebagai yayasan nirlaba yang bergerak di bidang seni kartun dan desain grafis, SICE telah menyelenggarakan berbagai ajang tingkat nasional maupun internasional selama lebih dari dua dekade. Banyak kreator muda yang lahir dari kegiatan SICE kemudian berkiprah dan meraih prestasi di tingkat yang lebih luas.
Menurut Slamet, kerja sama dengan pemerintah melalui Kemenekraf menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis generasi muda. Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan potensi di bidang seni budaya, teknologi informasi, serta pemanfaatan kreativitas secara produktif.
Logo karya Tata Naufal rencananya akan digunakan sebagai identitas visual baru SICE mulai akhir 2026. Pergantian logo ini menjadi bagian dari penyegaran organisasi. Sebelumnya, SICE menggunakan dua logo: karya Sis Teguh sebagai logo pertama, dan karya almarhum [Nama Almarhum] sebagai logo kedua.
Dukungan terhadap ekosistem kreatif juga ditegaskan oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Bimo Waluyo. Dalam sejumlah pertemuan dengan pengurus SICE pada April dan Mei 2026, Irene menegaskan bahwa ekonomi kreatif, termasuk subsektor desain grafis, merupakan salah satu kekuatan ekonomi Indonesia di masa depan.
Menurut Irene, pengembangan sektor tersebut membutuhkan kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan hexa helix yang melibatkan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, media, dan lembaga keuangan.
“Setiap unsur memiliki peran penting untuk menyatukan kekuatan ekonomi berbasis kreativitas yang mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan pelaku industri kreatif,” ujarnya.
Keberhasilan Tata menjadi juara nasional sekaligus menandai regenerasi kreator muda yang terus tumbuh melalui ekosistem kreatif yang dibangun SICE. Karya logo baru tersebut diharapkan tidak hanya menjadi simbol organisasi, tetapi juga representasi semangat generasi muda Indonesia yang inovatif, kreatif, dan siap bersaing di tingkat global. (Christian Saputro)




