SEMARANG — Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang membuka pendaftaran Pemilihan Duta Baca Pelajar Kota Semarang 2026. Mengusung tema “Light of Literacy”, program ini menjadi upaya memperkuat budaya literasi di kalangan pelajar sekaligus melahirkan generasi muda yang mampu menjadi teladan dalam gerakan gemar membaca.
Pendaftaran dibuka mulai 8 Juni hingga 10 Juli 2026 dan dapat diikuti secara gratis oleh pelajar tingkat SD/MI maupun SMP/MTs yang berdomisili di Kota Semarang. Para peserta akan bersaing dalam serangkaian tahapan seleksi yang berlangsung hingga awal Agustus 2026.
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang menyebutkan bahwa Duta Baca Pelajar tidak hanya mencari siswa yang gemar membaca, tetapi juga sosok yang mampu menginspirasi teman sebaya untuk menjadikan membaca sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Melalui program ini kami ingin menumbuhkan agen-agen literasi muda yang mampu menggerakkan budaya membaca di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat,” ujarnya.
Pemilihan Duta Baca Pelajar Kota Semarang periode 2026–2028 akan diawali dengan seleksi administrasi dan penilaian berkas pada pertengahan Juli. Peserta yang lolos akan mengikuti workshop pembekalan, wawancara tertutup, hingga babak final yang dijadwalkan berlangsung pada 6 Agustus 2026 di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS).
Dalam proses seleksi, peserta diminta menunjukkan rekam jejak literasi melalui daftar buku yang telah dibaca selama enam bulan terakhir, piagam penghargaan, serta membuat video kampanye gemar membaca yang diunggah ke media sosial.
Untuk kategori SD maupun SMP, panitia akan memilih 10 besar peserta yang berhak mengikuti wawancara tertutup. Selanjutnya, tiga finalis terbaik dari masing-masing kategori akan tampil pada malam final untuk mengikuti sesi tanya jawab dan unjuk bakat.
Selain memperoleh gelar Duta Baca Pelajar Kota Semarang, para pemenang juga akan mendapatkan hadiah pembinaan. Juara pertama berhak menerima Rp3 juta, juara kedua Rp2,5 juta, dan juara ketiga Rp2 juta, disertai piala dan piagam penghargaan.
Program ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Semarang dalam meningkatkan indeks literasi masyarakat. Di tengah derasnya arus informasi digital, keberadaan Duta Baca Pelajar diharapkan mampu menjadi jembatan antara generasi muda dengan budaya membaca yang kritis, kreatif, dan produktif.
Melalui tema “Light of Literacy”, para peserta diharapkan tidak hanya menjadi pembaca yang baik, tetapi juga cahaya yang menerangi lingkungan sekitarnya dengan semangat belajar, pengetahuan, dan kecintaan terhadap literasi. Dengan demikian, gerakan membaca tidak berhenti di ruang perpustakaan, melainkan tumbuh menjadi budaya yang hidup di seluruh penjuru Kota Semarang. (Christian Saputro)




