SEMARANG — Owner Maxi Brain Semarang, Pauline Wonoadi, menerangkan bahwa ruang pertunjukan musik klasik di Kota Semarang kembali bergairah melalui program Echoes of Life yang akan menghadirkan konser musik kamar bertajuk “Chamber of Strings: A Quiet Conversation” pada Kamis, 18 Juni 2026, di Maxi Brain Concert Hall, Jalan Rinjani No. 18, Semarang.
Konser yang akan dimulai pukul 18.30 WIB tersebut menghadirkan tiga musisi dengan latar belakang dan pengalaman internasional, yakni violinis Riana Heath, gitaris klasik Mardian Bagus, serta violonselis Asep Hidayat Wirayudha. Ketiganya akan menyuguhkan dialog musikal yang intim melalui format musik kamar yang menempatkan interaksi antarinstrumen sebagai kekuatan utama pertunjukan.
Menurut Pauline Wonoadi, penyelenggaraan konser ini merupakan bagian dari komitmen Maxi Brain Semarang untuk memperluas akses masyarakat terhadap apresiasi musik klasik sekaligus menghadirkan ruang perjumpaan antara musisi profesional dan publik. Melalui program Echoes of Life, penonton diajak menikmati pengalaman mendengarkan musik yang lebih dekat dan personal, sebagaimana karakter musik kamar yang menonjolkan komunikasi artistik antarpemain secara langsung di atas panggung.
Ia menilai Semarang memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai salah satu pusat kegiatan seni pertunjukan, termasuk musik klasik. Kehadiran musisi dengan reputasi nasional dan internasional diharapkan dapat memperkaya ekosistem seni di kota ini sekaligus memberikan inspirasi bagi generasi muda.
Selain konser, rangkaian kegiatan juga akan dilanjutkan dengan program masterclass pada Jumat, 19 Juni 2026. Kegiatan pendidikan musik tersebut mencakup kelas khusus violin, gitar klasik, dan violoncello yang terbuka bagi pelajar, mahasiswa, guru musik, maupun musisi profesional.
Masterclass violin akan dipandu oleh Riana Heath, sementara gitar klasik dibimbing oleh Mardian Bagus, gitaris yang menempuh pendidikan di Conservatorio Stanislao Giacomantonio, Italia, dan dikenal luas sebagai performer serta dosen di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.
Adapun kelas violoncello akan dibawakan oleh Asep Hidayat Wirayudha, musisi musik kamar dan solis yang juga dikenal sebagai konduktor dalam berbagai produksi musik nasional.
Program masterclass dirancang sebagai wadah transfer pengetahuan dan pengalaman langsung dari para praktisi yang telah berkiprah di panggung profesional. Para peserta diharapkan tidak hanya memperoleh wawasan teknis, tetapi juga memahami proses artistik, interpretasi musikal, serta pengalaman tampil yang menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang musisi.
Pauline Wonoadi menjelaskan bahwa Maxi Brain Concert Hall tidak hanya dirancang sebagai tempat penyelenggaraan konser, melainkan juga sebagai ruang tumbuh bagi pendidikan musik dan pengembangan talenta muda di Semarang. Keberadaan ruang pertunjukan yang representatif dinilai penting untuk menjembatani proses pembelajaran dengan pengalaman tampil di hadapan publik.
Sebagai ruang seni yang terus berkembang, Maxi Brain Concert Hall diharapkan menjadi rumah bagi musik klasik, tempat belajar, bertemu, dan bertumbuh bagi para musisi muda. Kehadirannya membuka kesempatan bagi anak-anak dan generasi muda di Semarang untuk menyaksikan pertunjukan berkualitas, belajar langsung dari para maestro, serta memperoleh pengalaman tampil yang profesional.
Menurut Pauline, pendidikan seni, khususnya musik, tidak hanya membentuk kemampuan teknis, tetapi juga melatih disiplin, kepekaan, kreativitas, dan kemampuan berkolaborasi. Karena itu, program konser dan masterclass akan terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem seni yang berkelanjutan.
Ke depan, Maxi Brain Concert Hall diharapkan dapat menjadi pusat aktivitas musik klasik yang hidup di Semarang, tidak hanya menghadirkan pertunjukan berkualitas, tetapi juga melahirkan generasi baru musisi yang memiliki kualitas artistik, karakter kuat, dan wawasan global tanpa kehilangan akar budaya Indonesia.
Konser “Chamber of Strings: A Quiet Conversation” dibuka untuk umum dengan harga tiket Rp150.000 dan tarif khusus pelajar sebesar Rp75.000. Pintu masuk akan dibuka mulai pukul 18.00 WIB.
Melalui kombinasi konser dan program edukasi tersebut, Echoes of Life diharapkan menjadi ruang pertemuan antara apresiasi, pembelajaran, dan pengembangan talenta musik klasik di Semarang. Inisiatif ini sekaligus memperkuat posisi Kota Semarang sebagai salah satu simpul penting kegiatan seni pertunjukan dan pendidikan musik di Indonesia. (Christian Saputro)




