BANDAR LAMPUNG – Semangat inovasi mahasiswa kembali terlihat. Tiga mahasiswa Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya berhasil meraih prestasi dalam ajang Darmajaya Startup Competition (DSC) 2026 yang digelar oleh Unit Pelaksana Teknis Inkubator Bisnis dan Teknologi (UPT Inkubitek).
Tim tersebut terdiri dari Ibnu Haris Saputra dari Program Studi Akuntansi sebagai ketua, bersama Faris Al Arkan dari Manajemen dan Naswa Zahra Amaliyah dari Bisnis Digital. Mereka sukses menarik perhatian juri melalui gagasan startup di bidang pendidikan berbasis aplikasi bernama BrainiX.
BrainiX dirancang sebagai platform belajar yang praktis, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan pelajar saat ini. Aplikasi ini menawarkan berbagai fitur menarik, seperti ringkasan materi atau “cheat sheet” yang membantu siswa belajar secara cepat, serta roadmap pembelajaran yang membuat proses belajar menjadi lebih terstruktur.
“Kami melihat banyak siswa membutuhkan metode belajar yang cepat namun tetap mudah dipahami, terutama menjelang ujian. Dari situ kami mengembangkan fitur cheat sheet yang ringkas dan mudah dipelajari,” ujar Haris saat diwawancarai pada Senin (13/4/26).
Tak hanya itu, BrainiX juga menghadirkan fitur diskusi interaktif yang memungkinkan siswa untuk bertanya dan berdiskusi, baik dengan sesama pengguna maupun dengan tutor. Ibnu menjelaskan bahwa fitur ini dirancang agar proses belajar terasa lebih santai namun tetap produktif.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang tidak terasa sendiri. Dengan adanya ruang diskusi, siswa bisa saling membantu sekaligus terhubung dengan tutor,” jelasnya.
Melalui inovasi ini, tim BrainiX berupaya menghadirkan solusi pembelajaran yang selaras dengan gaya belajar generasi masa kini yang cenderung digital dan serba cepat.
Ke depan, mereka berencana mengembangkan BrainiX ke tahap yang lebih luas, termasuk mengikuti kompetisi tingkat nasional hingga Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW). Selain itu, mereka juga menargetkan agar aplikasi ini dapat digunakan secara nyata oleh pelajar di berbagai daerah.
“Kami berharap BrainiX bisa terus berkembang, digunakan oleh banyak siswa, dan benar-benar memberikan manfaat dalam proses belajar mereka,” ungkap Ibnu.
Lebih jauh, BrainiX juga membawa misi sosial dengan membuka peluang bagi guru honorer untuk bergabung sebagai tutor di dalam platform.
“Kami ingin memberikan kesempatan bagi guru honorer untuk ikut berkontribusi sekaligus memperoleh tambahan penghasilan,” tambahnya.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Darmajaya tidak hanya unggul dalam teori, tetapi juga mampu melahirkan inovasi yang relevan dan berdampak bagi masyarakat. (**)




