Buntut Berita Hasut Fitnah, Nanang Ancam Lapor Polisi dan Dewan Pers

Ketua RW Desa Pancawati Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor, Nanang akhirnya akat bicara. 

SumateraPost.co l Bogor-Buntut berita sepihak dan  memuncul hasut fitnah dan disebut sebut sebagai kaki tangan mafia tanah. Ketua RW Desa Pancawati Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor, Nanang akhirnya akat bicara.

Dia mengaku geram dengan maraknya berita sepihak bahkan tendensius dengan tuduhan sepertinya ada sesuatu yang sulit dicerna akal sehat.

Atas tudingan tersebut, Nanang pun mengancam akan melaporkan fitnah tanpa dasar ke Polisi tetmasuk mengajukan kebetatan pada Dewan Pers.

“Saya difitnah sebagai kaki tangan mafia tanah, itu adalah tuduhan yang sangat keji da kejam. Saya merasa dicemarkan nama baik saya dan kekuarga,” kata Nanang.

Baca Juga :  Raihan Treble Winner dari Punggawa Persipasi untuk Masyarakat Kota Bekasi

Lebih lanjut Nanang mengatakan, atas fitnah pencemaran nama baik tersebut, pihaknya akan melaporkan kepada kepolisian sekaligus kebetatan pada Dewan Pers di Jakarta untuk diuji sebagai penulis profesional.

“Atas pencemaran nama baik saya ini, saya telah mengkonsultasikan dengan pakar hukum dan pihak penyidik di Kepolisian,” ujarnya.

Nanang mengatakan, fitnah atas dirinya itu terkait dengan lahan garapan eks HGU PT Rejo Sari Bumi di Desa Pancawati.

Dirinya sebagai penggarap lahan tersebut, mengakui sudah menerima uang kerohiman sebanyak dua kali, yakni di tahun 2015 dan tahun 2022.

Baca Juga :  Satreskrim Polresta Bogor Kota, Bekuk Pelaku Penipu Haji Umroh  

“Saya memang sudah menerima uang kerohiman dari pemilik lahan sebanyak dua kali. Dan pemilik lahan masih mengizinkan saya untuk menggarap lahan tersebut,” jelasnya.

Nanang mengatakan, dari tahun 2015 sejak menerima uang kerohiman, dirinya masih diizinkan untuk menggarap lahan tersebut. Demikian pula setelah menerima uang kerohiman di tahun 2022, pemilik lahan masih memberikan waktu untuk menggarap lahan itu.

“Penggarap lainnya juga sudah menerima uang kerohiman sebanyak dua kali, dan masih diberikan izin untuk menggarap lahan oleh pemilik tanah. Namun ada penggarap yang juga menerima uang kerohiman tetapi malah mempermasalahkan lahan tersebut,” kata Nanang.

Baca Juga :  Tidak Puas Dengan Pelayanan, Pemuda Membabi-buta Tikam Teman Kencannya

Menurut Nanang, dirinya tidak mendukung penggarap yang mempermasalahkan tanah garapan itu, kemudian muncul pemberitaan yang mengkaitkan dirinya dan disebut sebut sebagai mafia tanah.

“Saya dituding kaki tangan mafia tanah dan tidak mendukung warga saya. Lha, mereka kan sudah terima uang kerohiman, sudah melepaskan hak garapnya. Masa saya harus mendukung mereka?” kata Nanang. (Den)