Disela-sela Sosper, Drs. FX. Siman Kunjungi Batik Ramo Nes Art

SUMATERA POST-PRINGSEWU – Walau pandemi covid -19 sudah menurun namun sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) tentang adaptasi kebiasaan baru dalam pencegahan dan pengendalian corona virus disease 2019 terus berlanjut, yang dilakukan oleh Drs. FX. Siman di lokasi Ramo Nes Art pusat kegiatan pelatihan seni rupa romah produksi Batik, sablon, lukis, kerajinan tangan di Kelurahan Pringsewu Barat, Pringsewu, Minggu (17/10).

Dalam sosialisasi Perda No 3 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru Dalam Pencegahan Dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 para peserta yang terdiri dari kaum tua maupun kaum milenial dengan menggunakan protokol kesehatan cuci tangan dan pengukuran suhu sebelum peserta memasuki tempat acara, dan menggunakan masker serta berjaga jarak di tempat acara.

Drs. FX. Siman anggota DPRD Propinsi Lampung dalam sambutannya mengatakan, dalam sosialisasi perda ini kami menghadirkan dua narasumber dari akademisi STMIK Pringsewu yaitu Sudewi. M. M dan Andreas Andoyo. M. T. I akan menjelaskan dan mengupas adaptasi kebiasaan baru dalam pencegahan dan pengendalian corona virus disease 2019.

Kita jangan lengah walau pandemi covid-19 sudah menurun, dalam aktivitas apapun mari kita tetap menjaga protokol kesehatan, ujar Drs. FX. Siman.

Lebih lanjut Drs. FX. Siman mengatakan, dipilihnya tempat Usaha Kerajinan Batik dan lukisan sebagai tempat sosialisasi peraturan daerah ini guna memberikan motivasi kepada pelaku UMKM untuk bangkit dari pandemi covid-19 dan tetap menjaga protokol kesehatan covid 19. Ujar Drs. FX. Siman.

Sementara itu Sudewi. M. M menyampaikan bahwa dalam rangka menjamin kesejahteraan masyarakat, keselamatan masyarakat dengan keberlangsungan kegiatan perekonomian dan sosial budaya masyarakat di daerah dalam bentuk adaptasi kebiasaan baru dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19, maka dibuatlah perda tentang adaptasi kebiasaan baru dalam pencegahan dan pengendalian covid-19.

Penyelenggaraan adaptasi kebiasaan baru dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19 dilakukan oleh pemerintah daerah dengan mensinergikan pemenuhan kebutuhan kesehatan dan perlindungan keamanan masyarakat pada masa pandemi covid-19 dengan pemulihan kegiatan sosial budaya dan perekonomian masyarakat.

Penyelenggaraan adaptasi kebiasaan baru dalam pencegahan dan pengendalian covid 19 di daerah meliputi aspek keagamaan, aspek sosial budaya, aspek ekonomi dan aspek penyelenggaraan pemerinrah daerah. Ungkap Sudewi. M. M (Andoyo)