Ditnarkoba Mabes Polri, Geledah Home Industri Obat Terlarang di Cibinong Bogor

Sumaterapost.co | Bogor – Direktorat Narkoba Badan Reserse Kriminal Mabes Polri geledah sebuah rumah di kawasan Cibinong, tempat produksi obat ilegal, home industri hasil pengembangan kasus peredaran obat ilegal di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

“Obat tersebut diproduksi di Cibinong dan mengamankan beberapa pelaku, seperti pemilik, pekerja, dan pengendalinya,” kata Wakil Direktur Narkoba Bareskrim Polri Kombes Jayadi dalam keterangan pers di Ruko LMC Cibinong, Rabu, (26/01/’22).

Keterangan pers digelar bersama Direktorat Tindak Pidana Narkoba Polda Jabar, Polres Bogor dan Polsek Cibinong.

Jayadi mengatakan, terbongkar home industri di Cibinong merupakan pengembangan kasus obat ilegal yang beredar di Jabodetabek. Polisi menangkap 11 orang dan tiga di antaranya ditetapkan tersangka. Berikut menyita sejumlah barang bukti berupak box kontainer dan dus berisikan bahan baku obat serta jutaan pil siap edar.

Baca Juga :  Penipu Carut Walikota Medan, Kas Masjid PWI Dibobol Rp 10 Juta

“Dalam satu dus, berisi 20 hingga 30 ribu pil. Untuk satu bungkus obat terlarang ini dijual seharga Rp 1 juta,” katanya.

Ketiga tersangka, berinitial IW sebagai pengendali, YN teknisi mesin, dan AR selaku pemilik tempat. Para tersangka dijerat pasal 60 Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang cipta kerja, pasal 196 Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman 15 tahun penjara dan denda Rp 1,5 miliar.

Para tersangka dikenakan pasal 60 Undang-Undang Nomor 5 tahun 1997 tentang Psikiotropika, ancaman 15 tahun penjara dan denda Rp 200 juta.

Baca Juga :  PWI Bogor Kutuk Penembakan, Shireen Wartawan Al Jazeera

Dalam keterangan persnya Wadir Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menyampaikan hasil pengungkapan yang dilakukan bersama jajaran Polda Jabar, Polres Bogor dan Polsek Cibinong.

“Peredaran obat-obatan ilegal diwilayah Jabodetabek, petugas melakukan penyelidikan, di salah satu warung di Sawangan Depok. Kita kembangkan dan bermuara disalah satu Ruko LMC Cibinong dan kami menemukan barang bukti,” jelasnya.

“Barang bukti yang kita amankan, mesin peralatan produksi, bahan baku obat ilegal. Hasil produksi yang sudah dikemas, obat-obatan siap edar,” ungkapnya.

Dijelaskan, barang bukti yang diamankan diantaranya, satu kardus obat-obatan berwarna putih sebanyak 40 ribu tablet berlogo AN dan 2 buah box container berisikan serbuk berwarna kuning, 1 box container berisikan serbuk berwarna putih, 1 juta tablet hasil produksi yang disimpan dilemari.

Baca Juga :  PWI Bogor Kutuk Penembakan, Shireen Wartawan Al Jazeera

“Tiga tersangka diancam Pasal 196, Pasal 197 UU No.36 tahun 2009 Tentang Kesehatan, memproduksi, mengedarkan sediaan farmasi tanpa izin edar,” jelasnya.

Keterangan yang dihimpun home industri ini telah beroprasi setahun lalu dan berproduksi baru sekitar satu, dua bulan terakhir dengan kapasitas produksi, 20 ribu sampai 30 ribu butir perhari, diedarkan melalui jaringannya diwilayah Jabodetabek.

“Bahan baku utama jenis Allopurinol biasa digunakan masyarakat sebagai obat asam urat. Ruko yang ditempati menyewa digunakan untuk reparasi mesin-mesin, akan tetapi mereka gunakan untuk produksi obat-obatan ilegal,” paparnya. (Den)