Doffie, Penyerangan Diduga Provokasi Tertentu Terhadap Penangkapan Pelaku Penyalahgunaan Narkoba

Sumaterapost.co | LAMPUNG TENGAH – Dampak dari beredarnya video yang telah viral di media sosial yang memperlihatkan bahwa anggota Reserse Narkoba jajaran Polres Lampung Tengah, Polda Lampung dihadang massa saat akan melakukan penangkapan terhadap 4 orang pelaku yang diduga sebagai pengguna dan bandar Narkoba di Terbanggi Besar, Terbanggi Besar, Lampung Tengah, Senin sore, (5/12).

Dalam penghadangan petugas tersebut, yang dilakukan sejumlah warga juga menyajikan perlawanan dengan cara memukul petugas dengan menggunakan kayu dan senjata tajam (sajam), serta tidak hanya itu, sekelompok warga juga merusak kendaraan petugas, dengan dalih tidak terima atas penangkapan terhadap para pelaku tersebut, sehingga tangan kiri dari Kasat Res Narkoba Polres Lampung Tengah, AKP Dwi Atma Yofi Wirabrata, mengalami luka akibat menangkis senjata tajam dari warga sekelompok.

Hal ini diungkapkan Kapolres Lampung Tengah AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya, S.I.K., M.Si., yang didampingi Kabag Ops Kompol H.D Pandiangan, SH., MH., Kasat Reskrim AKP Edi Qorinas, SH., MH., Kasat Narkoba AKP Dwi Atma Yofi Wirabrata, SIK., serta Kasi Humas AKP Sayidina Ali saat menggelar Konfrensi Pers didepan Koridor Polres Lampung Tengah, Selasa, (6/12).

“Penyerangan ini diduga, akibat adanya provokasi atas penangkapan para pelaku tersebut, anggota juga sudah memberikan peringatan dengan melepaskan tembakan peringatan ke atas, namun mereka tetap melakukan penyerangan, “jelas Kapolres.

Lebih lanjut dijelaskan kronologi kejadian, bahwa, Senin 5/12 Kasat Res Narkoba Polres Lampung Tengah AKP Dwi Atma Yofi Wirabrata memimpin jajarannya untuk melakukan penangkapan terhadap bandar Narkoba di Kampung Terbanggi Besar, dan berhasil mengamankan empat tersangka yaitu YS (40), HS (32), H (28), dan T saat melakukan penangkapan, setelah dilakukan penggeledahan dirumah salah satu tersangka, didapati barang bukti di ruang tamu rumah tersangka HS.

Barang bukti berupa 2 bungkus klip bening ukuran sedang berisi kristal putih diduga Narkotika jenis sabu, 1 buah alat hisap alias bong, 1 buah pipa kaca jenis pirek, 2 buah korek api gas serta 4 buah plastik klip bening berisi kristal warna putih diduga Narkotika jenis sabu, total berat barang bukti yang diduga Narkotika jenis sabu tersebut seberat 0.73 gram.

“Penghadangan dan penyerangan terhadap petugas, dimulai dari saat keempat tersangka akan dibawa menuju Polres Lampung Tengah untuk dilakukan proses lebih lanjut, setelah kendaraan yang membawa 4 tersangka hendak meninggalkan tempat, tiba – tiba muncul sekelompok massa dengan senjata tajam, kayu, dan batu menghadang lajunya kendaraan petugas tersebut,”beber Doffie.

Tidak jelas alasannya, sekelompok massa tersebut memecahkan kaca mobil bagian belakang dan samping kiri, body mobil petugas dirusak dan bahkan tangan AKP Dwi Atma Yopi sampai terluka akibat menangkis serangan senjata tajam dari massa tersebut, kemudian diantara massa itu, merebut paksa 2 orang tersangka yang berinisial HS dan T, sedangkan 2 tersangka lainnya yang berinisial YS dan H berhasil dibawa petugas ke Mapolres.

Akibat penyerangan itu, dua orang pelaku berhasil diambil paksa oleh sekelompok orang dari tangan petugas, sedangkan yang dua orang yang juga diduga sebagai Bandar Narkoba, langsung dibawa ke Mapolres, guna lakukan pengembangan lebih lanjut, dari kejadian ini petugas yang mendapatkan perlawanan dari sekelompok warga, tidak tinggal diam begitu saja, dengan menyusun strategi untuk kembali untuk menghindari tindakan tegas dari petugas, tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan, dan penyalah gunaan Narkoba diwilayah hukum Polres Lampung Tengah, untuk proses penyidikan tidak bisa diintervensi oleh pihak manapun dan akan bekerja secara profesional dan proposional.

“Petugas berhasil menyita barang-bukti, 1 bilah senjata tajam jenis Laduk,1 batang kayu, dan bongkahan batu, 4 bungkus plastik klip bening berisikan Narkotika jenis shabu berat 0,58 gram, 2 bungkus plastik klip bening berisi shabu sisa pakai (Residu) seberat 0,15 g 1 set alat hisap sabu (bong) serta 1 buah pipa kaca ( pirek ), untuk tersangka yang telah diamankan berjumlah 7 orang dengan rincian 4 orang tersangka JL (49), AA (33), AS (39) dan IE (43) menyerahkan diri, keempat pelaku warga Kampung Terbanggi Besar tersebut akan dijerat dengan pasal 160 KUHPidana atau pasal 211, 212, 214 KUHPidana atau 170 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara, sedangkan 3 orang pelaku YS (40) warga Yukum Jaya, HS (32) warga Kampung Terbanggi Besar dan HER (28) warga Way Kekah Terbanggi Besar, Terbanggi Besar, Lampung Tengah akan dijerat dengan Pasal 112 Ayat 1 dan Pasal 127 Ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara, “pungkas Kapolres.

 

 

Ganda).


Posted

in

by

Tags: