Faqih Faried, Bangga Walau Hanya Meraih Mendali Perak, Karena Asli Wartawan Utusan PWI Lampung Tengah

 

BANDAR LAMPUNG, Sumaterapost.co.
Atlet Catur yang diusung PWI Lampung Tengah M. Faqih Faried, S.Pd, terpaksa berlapang dada atas keunggulannya yang hanya mampu menggondol medali perak pada event Porsiwo PWI Lampung yang dilaksanakan di PKOR Sumpah Pemuda, Sabtu (30/10).

M. Faqih Faried, dari media Majalah Gema Lampung, medis internal Perusahaan PT Great Giant Pineapple (GGP) ini, ditumbangkan oleh atlet catur Kristian Ginting yang mewakili dari PWI Tulang Bawang, wartawan senior dari Kabupaten Beguwai Jejamo Wawai ini, ia harus mengikhlaskan medali emas tersebut dan mesti puas dengan posisi yang diraihnya yaitu meraih medali perak.

“Pertandingan sebelumnya, pecatur asal PWI Lampung Tengah ini, berhasil mengumpulkan 4 meatch point, karena sukses menumbangkan pecatur dari Lampung Barat, Kota Metro, dan dari Lampung Selatan serta Pringsewu, ” tegas Gunawan Syah selaku pengurus PWI Lampung Tengah.

Ketua PWI Lampung Tengah, Ganda Hariyadi, SH., MH., sangat mengapresiasi keberhasilan wartawan M. Faqih Faried, S.Pd., walaupun sejak awal pelaksanaan menjelang babak final sudah terprediksi wartawan ini akan tertumbang, alasannya karena atlet yang mengatas namakan dirinya duta dari PWI Tulang Bawang itu adalah atlet yang sudah menyandang predikat sebagai atlet Master.

“Syukur Alhamdulillah, meskipun hanya juara ke dua, namun setidaknya atlet yang murni asli berasal dari PWI Lampung Tengah ini, telah mampu persembahkan medali yang cukup membanggakan, dan saya sangat terima kasih terhadap seluruh officiel pendamping dan suport sporter dari Pemerintah, Mitra dan masyarakat Kabupaten yang berslogan Beguwai Jejamo Wawai atas dukungannnya, ” tegas Ganda ketika ditemui di Hotel G. Syari’ah Bandar Lampung ini.

Terakhir, Ketua PWI Lampung Tengah dengan penampilan sederhana ‘enjoi’ ini berharap agar pelaksanaan POR SIWO kedepan, dalam penyajiannya dapat semakin disempurnakan, dirapihkan dan tertata lebih cantik lagi, terutama dalam penjaringan, pengakomodiran para calon atlet-atlet, dan harus murni asli dari Kabupaten / Kota asalnya.

“Atlit kami mengaku sangat senang bisa masuk bertanding untuk mewakili segenap wartawan asal dari Lampung Tengah sebagai atlet catur, karena ia berpikir bahwa ia asli dan bertugas sebagai wartawan sehari – hari di Lampung Tengah, karena itu meskipun belum mampu mempersembahkan yang terbaik, tapi setidaknya PWI Lampung Tengah telah memiliki bibit atlit yaitu dari cabang olah raga catur, dan ini bisa dipersiapkan untuk menyonsong persiapan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) mendatang, ” ungkap. (tim).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here