Gawat, Seluruh Wartawan Pasaman Hengkang Dari Pasaman

Sumaterapost.co | Pasaman – Sebanyak 60-an wartawan Kabupaten Pasaman dari media cetak, online dan elektronik, lakukan aktifitas lapangan study komparatif ke Kota Pekan Baru, Provinsi Riau selama. tiga hari, mulai 30 November hingga 2 Desember 2022.

Selain mengadakan audiensi dan pertemuan dengan jajaran pimpinan Redaksi Surat Khabar Riau Pos, mitra kerja Pemerintah Kabupaten Pasaman ini juga kunjungi ruang kerja redaksi Media Online di Pekan Baru.

Keberangkatan rombongan study komparatif wartawan Pasaman. dilepas secara formalitas oleh Kepala Dinas Kominfo Pasaman, Rabu, (30/121) di halaman Kantor Kominfo setempat.

“Sebenarnya Pak Bupati yang ingin melepas langsung, namun lantaran teman-teman wartawan baru bisa berangkat sore, maka bentrok dengan jadwal Pak Bupati yang sudah teragenda di Tapus, Kecamatan Padang Gelugur sore ini,” ujar Budhi Hermawan, Kadis Kominfo Pasaman.

Wartawan Pasaman bertolak dari Lubuk Sikaping Rabu sore mengunakan 11 kendaraan pribadi. Satu rombongan berangkat melaluii pintu Timur Pasaman via Rumbai Kecamatan Mapattunggul, dan rombongan lainnya lewat pintu Selatan Pasaman, arah Bukittinggi.

“Komposisinya, delapan mobil memilih menjajal jalur baru dari Lubuk Sikaping – Rao – Rokan Hulu hingga tiba di Pekan Baru, sementara rombongan lainnya memilih rute convensional via Bukit Tinggi – Kelok Sambilan, dan mengaku ingin mencoba jalan Tol Bangkinang – Pekan Baru yang sudah bisa dilewati kendaraan,” ungkap mamtan Kabag Protokoler Kota Padang Panjang ini.

Tentang keberangkatan dengan kendaraan pribadi secara berkelompok, Budhi menjelaskan, sebenarnya atas izin Pak Sekda, Kominfo sudah menawarkan bus Pemda Pasaman, namun ditolak wartawan dengan dalih ingin lebih leluasa saja.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Pasaman Yulisman, AMa yang ‘nekat’ turut mendampingi rombongan study komparatif wartawan ke Pekan Baru, menegaskan bahwa kegiatan peningkatan SDM Kewartawanan perlu terus dilakukan setiap tahun.

“Itu makanya, saat Kadis Kominfo meloby agar kegiatan ini dimuat dalam APBD Perubahan tahun 2022, kami secara kelembagaan di DPRD merespon secara positif, hingga akhirnya dimuat di DPA Dinas Kominfo akhir tahun ini,” ungkap Yulisman”.

Sementara, Ketua PJID Nusantara Pasaman Ewin, ketika dimintai tanggapan menyatakan, bahwa kegiatan study komparatif selain untuk  memperkaya wawasan kejurnalistikan, juga menjadi ajang penghangat silaturahmi wartawan yang sempat mendingin selama masa pandemi Covid-19 lalu.

“Kegiatan lapangan semacam ini sudah lama vakum di Pasaman, bahkan sudah lebih lima tahun. Jadi, apa yang diimplementasikan Bupati Pasaman H. Benny Utama melalui Kominfonya, atas restu pihak legislatif DPRD Pasaman, tentu berarti bagi wartawan Pasaman,” sebut Ewin.

Cuma, seperti dikomentari Hasdika Weldi dan Desrizal, perwakilan Media cetak dan Media Online, kalau bisa di tahun-tahun berikutnya, ‘mainnya’ dibuat lebih jauh lagi, jangan hanya ke daerah tetangga Propinsi Riau.

“Kami dengar industri media itu jauh lebih maju dan berkembang di Jawa Barat. Jadi kalau kegiatan lapangan berikutnya, kami mengusulkan sebaiknya ke Kota Bandung saja,” usul Weldi dan Desrizal, mewakili suara teman-temannya.

Hendra Jetri dan Ismed Badun selaku wartawan senior sangat mendukung usulan rekan – rekan wartawan tersebut, sudah sewajarnya satu kali setahun kita wartawan melakukan kegiatan ini, katanya.

 

(Risky)