Gelapkan Sepeda Motor Tetangga, Pria Ini Diboyong Polisi

SumateraPost, Binjai – Seorang pria di Kota Binjai, Sumatera Utara, terpaksa diboyong ke kantor polisi, atas dugaan keterlibatannya dalam kasus penipuan dan penggelapan kendaraan bermotor milik tetangganya sendiri, Jumat (17/09/2021) sore.

Tersangka tidak lain MTH alias Taufik, laki-laki penduduk Jalan Nibung I, Lingkungan I, Kelurahan Jatimakmur, Kecamatan Binjai Utara.

Menariknya, pemuda 22 tahun tersebut diamankan Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Binjai Kota di kawasan Jalan Soekarno-Hatta, Kota Binjai, atau saat berada dalam perjalanan pulang menuju rumahnya, usai dirawat di RS Malayati, Kota Medan, akibat sakit.

Baca Juga :  Ini Daftar Korban Tewas dan Luka Akibat Angkot Tertabrak KA di Medan

Kapolres Binjai, AKBP Romadhoni Sutardjo, saat dikonfirmasi wartawan melalui Kasubbag Humas, AKP Siswanto Ginting, Jumat (17/09/2021) malam, membenarkan kasua tersebut.

Menurutnya, tersangka MTH diamankan Tim Opsnal Polsek Binjai Kota dipimpin Kanit Reskrim, Iptu Abed Nebo Simanungkalit, karena diduga melakukan penipuan dan penggelapan sepeda motor Honda Tiger BK 4684 ADB milik tetangganya, Edi Setiawan (23).

Baca Juga :  Pemkab Karo Gelar Pelatihan Jurnalistik Tahun 2021

Dalam kasus ini, polisi mengamankan barang bukti buku kepemilikan kendaraan bermotor (BPKB) dan surat tanda nomor kendaraan (STNK) sepeda motor atas nama korban.

“Pengungkapan kasus ini sebenarnya hasil tindaklanjut Laporan Polisi Nomor: LP/45/VIII/2021/SPKT/Polsek Binjai Kota/Polres Binjai/Polda Sumut, tanggal 26 Agustus 2021,” terang Siswanto.

Dikatakannya, modus operandi tersangka MTH dalam melakukan aksi kejahatannya itu ialah dengan berpura-pura meminjam sepeda motor korban, lalu membawa lari kendaraan itu dengan meninggalkan korban seorang diri di tempat kejadian perkara.

Baca Juga :  Di Safari Pengajian Dambaan, Bupati Darma Wijaya : “ Sergai Prioritaskan Program Pembangunan Infrastruktur

“Kasus ini sendiri terjadi di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Pekanbinjai, Kecamatan Binjai Kota, Kota Binjai, yang berlangsung 11 Agustus 2021 lalu,” ungkap Siswanto.

Dalam kasus ini, sambungnya, tersangka MTH dipersangkakan melanggar Pasal 378 Subs 372 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman maksimal selama empat tahun kurungan penjara. (andi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here