Gempa Terasa Di Bogor, Seorang Warga Komat Kamit Jadi Pusat Perhatian 

Sumaterapost.co l Bogor – Gempa dengan kekuatan 5.9 Skala Richter terasa hingga ke Kota dan Kabupaten Bogor. Warga berhamburan keluar untuk mengindari kerusakan pada bangun di sekitarnya. Namun gempa yang terasa di Bogor tergolong aman dari kerusakan.

Saat gempa terjadi, Kota Bogor tengah diguyur hujan lebat dan pengunjung pusat jajan Food Court Jln F Silaban sempat histeris karena rasa takut. Seorang pengunjung mengaku bernama Donovan Sitompul, sempat komat komit entah apa yang dibaca, sambil menyandar di pohon dan sesekali mengelus dada.

Baca Juga :  Bocah 4 Tahun Digagahi Kakek Tua Bangka, Korban Diimingi Uang Rp 2 Ribu

Pria berjenggot dan bercambang itu, terlihat komat Kamit saat guncangan gempa dan menjadi perhatian tersendiri bagi pengunjung food court. Karena selain komat Kamit pria tersebut terkadang mengelus dada.

Pusat jajan yang baru saja di bangun Pemkot Bogor itu tergolong ramei pengunjung, selain berteduh karena hujan lebat, ada kabar mahasiswa akan menggelar demo di Kejaksaan Negeri Kota Bogor.

Namun gempa tidak menimbulkan kerusakan, hanya saja guncangan dirasakan warga Kota Bogor cukup kuat. Gempa terjadi pada pukul 13:21 WIB dan terjadi delapan kali gempa susulan.

Baca Juga :  Bocah 4 Tahun Digagahi Kakek Tua Bangka, Korban Diimingi Uang Rp 2 Ribu

Namun gempa yang berpusat di Kabupaten Cianjur itu, belum diketahui dampak yang ditimbulkan untuk Cianjur dan Sukabumi karena dekat dengan pusat gempa. Informasi dari BMKG menyebutkan, pusat gempa terjadi pada Lintang 6.84 lintang selatan dan 107.05 Bujur timur.

Kedalaman gempa berada pada 10 Km barat daya Kabupaten Cianjur Jawa Barat. BMKG mengebut jarak pusat gempa untuk Kota Sukabumi berjarak 15 KM berada Timur Laut Kota Sukabumi dan 39 KM Tenggara Kota Bogor.

Baca Juga :  Bocah 4 Tahun Digagahi Kakek Tua Bangka, Korban Diimingi Uang Rp 2 Ribu

Sedangkan Kota Bandung berjarak 63 KM Barat Laut Bandung atau 78 KM berada di Tenggara DKI Jakarta. Namun gempa tersebut tidak berpotensi terjadi Tsunami. Akibat Gempa belum diketahui berapa besar kerugian terjadi kerusakan baik kota Sukabumi maupun Cianjur.

Kedua daerah itu sangat dekat dengan pusat gempa dan delapan kali terjadi gempa susulan.

 

 

(Den)