Kanoko Takaya Ingin Berkarya Seumur Hidup

Dunia seni rupa bagi Kanoko Takaya merupakan seniman perempuan yang lahir dan besar di Kyoto, Jepang ini merupakan bagian dari kehidupannya

Semarang – Dunia seni rupa bagi Kanoko Takaya merupakan seniman perempuan yang lahir dan besar di Kyoto, Jepang ini merupakan bagian dari kehidupannya. Bagaimana tidak, begitu bangun tidur setiap pagi sebelum melakukan aktifitas yang lain dia berkarya.

“Ini hasil lukisan yang saya hasilkan setiap bangun tidur,” ujar Kanoko sembari menunjukan deretan lukisan-lukisan kecil yang terpajang di ruang pamer,

Kanoko mengaku untuk mengatasi kebosanan selaku creator dia melakukan eksplorasi dengan menggunakan berbagai material. “Ini merupakan chalange bagi saya untuk mengatasi kebosanan. Saya ingin terus berkarya seumur hidup,” tandas Kanoko.

Baca Juga :  Sastrawan Lampung Zabidi Yakub Raih Hadiah Sastra Rancage 2023

Kanoko berkisah pertama kali ia berinteraksi dengan kebudayaan Indonesia bersama ibunya yang pada saat itu sering berkunjung ke Ubud, Bali. Kanoko kecil merekam pengalamannya dengan kuat dalam sketsa, doodle dan ilustrasi bernuansa budaya setempat. Ingatan inilah yang telah menjadi penggerak batin bagi dirinya untuk selalu kembali ke Indonesia.

Sehingga selepas lulus dari Kyoto Seika, Kanoko Takaya datang kembali ke indonesia melanjutkan studinya Institut Seni Indonesia (ISI), Surakarta (Solo), Jawa Tengah. Selama dua tahun di Solo, Kanoko mulai mengungkap budaya tradisional Indonesia secara mendalam —terutama ketertarikannya pada topeng “Bobung” di Yogyakarta (Jawa Tengah) dan topeng Malang (Jawa Timur).

Baca Juga :  Sastrawan Lampung Zabidi Yakub Raih Hadiah Sastra Rancage 2023

Bagi Kanoko topeng-topeng Indonesia memikatnya melalui banyak ekspresi yang menggugah; berbeda dengan topeng Jepang yang menunjukkan sedikit ekspresi dalam detail ornamennya. Di tahun ketiganya di Indonesia, Kanoko pindah ke Bali dan bekerja sebagai in-house artist untuk Pithecanthropus di bawah mereknya sendiri, Kanokon hingga akhir 2019.

Nama Kanoko Takaya sendiri sudah tidak asing lagi didunia seni rupa kontemporer tanah air. Selama delapan tahun menetap di Indonesia, sedikitnya sudah lebih dari dua puluh lima menggelar pameran, baik pameran bersama maupun tunggal.

Baca Juga :  Waras di Tengah Bobroknya Kebudayaan

Dalam perjalanan kekaryaanya, Kanoko Takaya hadir di antara dua tema yang berkelanjutan, yaitu Indonesia Series yang menggambarkan kebudayaan local melalui tatapan seorang seniman gaikokujin (orang negara asing) denganvisualisasi perspektif Kanoko muda; Inner Series dan Movement Series yang menampilkan berbagai media, mulai dari pahatan batu, akrilik di atas kertas dan kayu, hingga kanvas dengan relief jahitan akrilik.

Karya-karya yang ditaja dalam pameran Kune Kune di Semarang Gallery ini merupakan kelanjutan karya-karya sebelumnya. Ini merupakan perjalanan kekaryaan Kanoko Takaya di Indonesia. (Christian Saputro)