Ketua LPA Kabupaten Pringsewu Apresiasi Kajari Pringsewu

Sumaterapost.co, Pringsewu – Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Pringsewu, Dr.Fauzi apresiasi keputusan Kepala Kejaksaan Negeri Pringsewu berkaitan penyelesain perkara terhadap salah satu pelajar yang diduga menadah satu unit ponsel yang dipergunakan sebagai sarana untuk melakukan kegiatan sekolah daring, diputuskan dengan restorative judtice.

Dr. Fauzi Ketua Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Pringsewu, yang juga sebagai Wakil Bupati Pringsewu, mengatakan, Atas Nama Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Pringsewu dan tentunya juga Pemerintah Daerah serta masyarakat Kabupaten Pringsewu memberikan Apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kejaksaan Pringsewu yang dipimpin Ade Irawan, beserta seluruh pejabat dan ajarannya yang telah memutuskan perkara anak yang diduga menadah satu unit ponsel yang dipergunakan sebagai sarana untuk melakukan kegiatan daring. Dengan bentuk penyelesaian permasalahan yang memenuhi rasa keadilan atau yang disebut dengan restorative judtice.

Baca Juga :  Kwarcab Pringsewu Serahkan Donasi Erupsi Semeru

Semoga tindakan Kajari Pringsewu ini dapat dijadikan contoh dalam penyelesain perkara yang bisa di selesaikan dengan keputusan menggunakan restorative judtice. Ujar Dr. Fauzi Ketua LPA Kabupaten Pringsewu.

Dr. Fauzi menambahkan ditengah pandemi covid -19 tentunya kita semua merasakan dampaknya baik dari segi ekonomi dan lainnya, serta sekolah dengan menggunakan sistem daring tentunya menjadi pemikiran kita semua untuk saling peduli terhadap sesama, “Maka Keputusan yang sangat manusiawi yang dilakukan Kepala Kejaksaan Negeri Pringsewu yang menimpa salah satu anak atau pelajar di Kabupaten Pringsewu, dengan menggunakan restorative justice, ungkapnya.

Untuk diketahui bahwa Penyelesaian perkara tersebut di laksanakan di Kantor Kejaksaan Negeri Pringsewu oleh Kepala Kejaksaan Negeri Pringsewu, Ade Idrawan bersama Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Adi Sudiharto, dan Kepala Seksi Intelejen, Merdian Suwandi.

Baca Juga :  Fauzi Nyatakan Perang Terhadap DBD

Diketahui Restorative justice merupakan bentuk penyelesaian permasalahan yang memenuhi rasa keadilan yang benar-benar diwujudkan dan dirasakan.

Kepala Kejaksaan Negeri Pringsewu, Ade Indrawan, dikutip dari ANTARA Kamis (4/11/2021), menjelaskan, Penyelesaian perkara melalui restorative justice ini berdasarkan Peraturan Jaksa Agung RI No. 15 Tahun 2020 tentang penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif.

Pelaksanaan penegakan hukum tersebut dilaksanakan terhadap perkara tindak pidana penadahan yang melanggar Pasal 480 ayat (1) kuhpidana dengan ancaman kurungan penjara selama empat tahun, jelas Ade Indrawan.

Baca Juga :  Fauzi Hibahkan Tanah Untuk Sanggar Pramuka

Kajari Pringsewu, Ade Indrawan, mengatakan, penyelesaian tersebut sebelumnya telah dilakukan dengan melibatkan terdakwa, korban, keluarga terdakwa dan keluarga korban, serta pihak terkait untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula bukan pembalasan.

Kajari Pringsewu menegaskan, Telah dilakukan secara bertanggung jawab dan diajukan secara berjenjang melalui Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung dan Kejaksaan Agung (Kejagung). Pelaksanaan restorative justice ini juga merupakan wujud dari kepedulian dan juga instruksi dari Jaksa Agung RI agar dalam penanganan perkara jaksa selalu memperhatikan hati nurani.

Kepada terdakwa, Kajati Lampung. Heffinur bersama Kejari Pringsewu memberikan bantuan berupa 1 unit ponsel dan voucher kuota internet sebesar Rp 1 juta dan alat keperluan sekolah. (Andoyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here