Mahalli: Pelatihan SDM Ethiopia Tingkatkan Diplomasi Ekonomi Indonesia 

Sumaterapost.co | Medan – Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Perusahaan Ekspor Idonesia (GPEI) merekomendasikan, Dr Mulawarman sebagai utusan GPEI ke Ethopia untuk memberi pelatihan SDM Ethiopia di “Indonesia Expo” yang digelar di Ethiopia, Minggu ke-tiga bulan Oktober 2022.

“Ya, kita mengirim Dr Mulawarman sebagai instruktur ke Ethopia untuk memberi pelatihan atau training bagi pelaku UMKM di Ethiopia,” jelas Ketua Umum DPP GPEI, Khairul Mahallli kepada media ini Kamis, (6/10/2022).

Melalui kegiatan pelatihan SDM Ethiopia, diharapkan mereka memiliki pengetahuan, keterampilan dan pengalaman. Seperti pembuatan pupuk organik formulasi granul yang bahan bakunya 60 persen dari enceng gondok, 20 persen batu kapur, 10 pupuk kandang ternak, 8 persen tanah batuan lokal dan 2 persen perekat gandum oat.

Sementara peralatan digunakan drum biocar (pemanas anaerob) didesain dari bahan lokal untuk pengeringan tanpa merubah biomas, handsprayer dan ember pembentuk granul.

Baca Juga :  Kapolres Simalungun Jadi Irup Upacara HUT Ke-92 Al-Jamiyatul Washliyah

“Produk yang didapat berupa pupuk granul diamer 3-5 cm dan segera dikembangkan untuk kegiatan UMKM setempat (komersialisasikan),” jelas Mahalli yang juga Ketua Umum Kadin Sumut ini.

Pelatihan lain bagi UMKM Ethiopia yakni, pembuatan kerajinan tangan yaitu batang (stalk) enceng gondok dewasa ukuran 70 cm dikeringkan dibawah sinar matahari, diasapi bahan anti jamur dan penyeragaman warnai (belerang) dibakar. Lantas dijadikan asap pada tumpukan batang enceng gondok kering, dipress dan diajam sesuai dengan format bentuk diinginkan seperti tas, cindera mata dan lain-lain.

Menurut Mahalli, Karang Taruna setempat disarankan untuk menambahkan keterampilan anyaman dan hasil anyaman dijadikan cindera mata lalu dijual di bandara Internasional Bole Addis Ababa.

Baca Juga :  Sat Reskrim Polres Simalungun Berhasil Amankan Pelaku Pembunuhan Adik Bunuh Kakak Kandung

Bukan hanya itu, lanjut Mahalli mereka juga dilatih tentang biogas, enceng gondok dihancurkan dengan ditumbuk dan ditambah dengan EM 4 (kotoran sapi) yang sudah diasapkan dicampur dengan air 1: fermentasikan 5 hari, selanjutnya dimasukkan pada reactor digester biogas yang sudah dibuat dan gas methan.

“Ini dapat digunakan sebagai bahan bakar penganti kayu atau minyak tanah. Peserta pelatihan mendapatkan pengetahuan dan akan mengembangkanya lebih lanjut baik perorang atau perkelompok,” tambahnya.

Pelatihan lain sebut Mahalli, yaitu pakan ternak, enceng gondok segar bisa diberikan pada ternak langsung karena kandungan chitin rendah sehingga mudah dicerna dan disapaikan juga untuk mengkonversi enceng gondok tsb menjadi tepung sebagai pakan ternak penkayaan, pakan ternak selama ini hanya rumput diambil dari padang rumput atau digembalakan pada padang rumput.

Baca Juga :  Sat Reskrim Polres Simalungun Berhasil Amankan Pelaku Pembunuhan Adik Bunuh Kakak Kandung

Mahalli juga menjelaskan penggunaan enceng gondok sebagai pakan ternak sangat menginspirasi peserta dan enceng gondok akan digunakan sebagai pakan ternak dimasa yang akan datang.

Kegiatan pelatihan training to trainers dapat meningkat diplomasi ekonomi Indonesia di Ethiopia semakin terasa bantuan langsung Indonesia terhadap solusi permasalahan out break enceng gondok di danau-danau Ethiopia.

“Salah satu proses granulasi disarankan pakai mesin granalator buatan Indonesai dan ada permintaan untuk membeli mesin tesebut dari Indonesia dan mesin ini akan ditampilkan pada Indonesia expo minggu ke tiga Oktober 2022. Kegiatan tadi dapat mempererat hubungan bilateral Indonesia – Ethiopia,” ujar Mahalli seperti dilaporkan dalam program “Trainng or Trainers on Water Hyacinth.

 

 

(Tiar)