KENDAL — Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPKO) Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Manajemen Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) menggelar Pelatihan Branding, Packaging, Legalitas Usaha, dan Digital Marketing bagi pengrajin gula aren di Balai Desa Gonoharjo, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Sabtu (11/7). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing produk gula aren melalui penguatan identitas produk, legalitas usaha, dan pemasaran berbasis digital.
Pelatihan menghadirkan narasumber dari Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kabupaten Kendal, Delta Lexi Arbawa, S.T., M.M., CM.NLP., CPSP, yang memaparkan pentingnya membangun merek, mengembangkan kemasan yang kompetitif, mengurus legalitas usaha, serta memanfaatkan pemasaran digital untuk memperluas jangkauan pasar.
Ketua Tim PPKO HMJ Manajemen Unwahas, Della Ameylia, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pendampingan yang disusun berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan masyarakat. Hasil pemetaan lapangan menunjukkan sebagian besar pelaku usaha gula aren di Desa Gonoharjo belum memiliki legalitas usaha berupa Nomor Induk Berusaha (NIB) maupun izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Selain itu, pemanfaatan media digital sebagai sarana pemasaran masih sangat terbatas.
“Kami berharap pelatihan ini tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi mampu mendorong para pengrajin menerapkan hasil pendampingan secara berkelanjutan. Legalitas usaha, kemasan yang lebih baik, dan pemasaran digital diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk gula aren sekaligus memperluas akses pasar,” ujarnya.
Selama pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai strategi membangun identitas merek, penyusunan desain kemasan yang sesuai standar pemasaran, pentingnya legalitas usaha sebagai fondasi pengembangan UMKM, hingga pemanfaatan media digital untuk promosi produk. Tim mahasiswa juga memfasilitasi praktik pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan memberikan pendampingan sebagai langkah awal menuju pengurusan izin PIRT.
Kegiatan diikuti oleh 15 pengrajin gula aren, sementara pendampingan legalitas usaha diberikan kepada 18 pelaku UMKM. Selain sesi penyampaian materi, peserta juga mengikuti diskusi interaktif dan konsultasi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan usaha.
Narasumber dari PLUT Kabupaten Kendal, Delta Lexi Arbawa, mengapresiasi kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam memperkuat kapasitas pelaku UMKM.
«”Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini karena memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui pendampingan ini, pelaku usaha semakin memahami pentingnya legalitas usaha sebagai fondasi pengembangan bisnis. Kami berharap program seperti ini terus berlanjut sehingga semakin banyak pelaku UMKM yang mampu mengembangkan usahanya secara lebih profesional,” katanya.»
Melalui pelatihan ini, para pengrajin mulai memahami pentingnya legalitas usaha sebagai prasyarat pengembangan bisnis, memperoleh pengetahuan mengenai desain kemasan yang lebih menarik, serta mulai memanfaatkan media digital sebagai media promosi dan pemasaran. Pendampingan tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam meningkatkan nilai tambah komoditas gula aren sekaligus memperkuat daya saing UMKM Desa Gonoharjo di pasar yang lebih luas.
Program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan PPKO HMJ Manajemen Universitas Wahid Hasyim yang didampingi Dr. Fadjar Setiyo Anggraeni, S.E., M.Si., Ak., CA., ASEAN CPA. Melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat, program ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas pelaku UMKM agar mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa berbasis potensi lokal. (Christian Saputro)




