SEMARANG – Potensi gula aren di Desa Gonoharjo, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, kini mendapat sentuhan inovasi dari mahasiswa Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang. Melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Manajemen Unwahas menggulirkan program rebranding dan digitalisasi untuk mengangkat nilai jual komoditas unggulan desa tersebut.
Program bertajuk “Rebranding dan Optimalisasi Pemasaran Gula Aren sebagai Strategi Penguatan Desa Kewirausahaan di Gonoharjo” ini mengusung konsep One Village One Product (OVOP). Tujuannya jelas: mengubah wajah gula aren yang selama ini dijual curah menjadi produk bernilai tambah tinggi dengan identitas merek yang kuat.
Ketua Tim PPK Ormawa HMJ Manajemen Unwahas menjelaskan bahwa Desa Gonoharjo sebenarnya merupakan sentra penghasil gula aren potensial. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa sekitar 90 persen pengrajin masih menjual produknya secara curah tanpa kemasan layak maupun legalitas usaha. Akibatnya, nilai ekonomi yang diperoleh petani tidak maksimal.
“Selain masalah kemasan, banyak pelaku usaha yang belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) atau izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Akses terhadap teknologi digital untuk pemasaran juga masih sangat terbatas,” ujarnya dalam keterangan resmi, belum lama ini.
Untuk mengatasi hal itu, tim mahasiswa memberikan pendampingan komprehensif. Rangkaian kegiatan meliputi pelatihan desain kemasan, penyusunan identitas merek, pengurusan NIB dan PIRT, hingga pemanfaatan media sosial dan marketplace. Tak hanya itu, tim juga memperkenalkan diversifikasi produk olahan seperti gula semut dan sirup gula aren guna memperluas segmen pasar.
Dosen Pendamping Program, Dr. Fadjar Setiyo Anggraeni, S.E., M.Si., Ak., CA., ASEAN CPA, menegaskan bahwa pemberdayaan berbasis potensi lokal adalah kunci ketahanan ekonomi desa. Ia didampingi Pembina Organisasi Kemahasiswaan Mochamad Purnomo, S.E., M.M., berharap program ini dapat menjadi model berkelanjutan yang didukung pendanaan lebih luas.
Program PPK Ormawa ini dirancang dengan peta jalan tiga tahun. Pada tahun pertama (Juni–Oktober 2026), fokus utama adalah pembentukan identitas merek, legalitas, dan kualitas produk. Tahun kedua akan difokuskan pada penguatan pemasaran digital dan ekspansi jaringan pasar. Sementara tahun ketiga menargetkan terwujudnya Desa Gonoharjo sebagai desa kewirausahaan mandiri berbasis gula aren.
Kolaborasi pentahelix menjadi fondasi pelaksanaan program ini. Selain dukungan penuh dari Unwahas, program ini melibatkan Pemerintah Desa Gonoharjo, BUMDes, Karang Taruna, Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Kendal. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem kewirausahaan yang berdampak langsung pada kesejahteraan para pengrajin gula aren di pedalaman Kendal. (Christian Saputro/ril)




